BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Satgas Udara Daerah Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Kalimantan Barat terus menggencarkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara di tengah kepungan kabut asap, Rabu (16/9/2026).
Operasi water bombing dilakukan untuk menekan titik api yang berpotensi mengancam permukiman dan ekosistem. Namun, kabut asap tebal membuat jarak pandang menurun sehingga sejumlah penerbangan harus menyesuaikan kondisi di lapangan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan kondisi tersebut tidak menghentikan upaya Satgas Dalkarhutla dalam menangani kebakaran di sejumlah wilayah.
“Di tengah kepungan asap yang membatasi ruang gerak, ikhtiar melindungi langit dan daratan Kalimantan Barat dari udara tidak pernah henti digencarkan. Satgas Udara Dalkarhutla terus berpacu dengan waktu untuk meredam titik-titik api,” kata Ria Norsan.
Baca Juga : Satgas Karhutla Kalbar Kerahkan 2 Helikopter Pantau Titik Panas
Pemadaman melalui udara difokuskan di dua wilayah rawan karhutla di kawasan perhuluan Kalimantan Barat, yakni Kabupaten Melawi dan Sintang.
Di Desa Sepan Tonak, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, helikopter Bell 412 EPI dengan registrasi HA-5231 melakukan 10 kali pengeboman air. Sebanyak 10.000 liter air dijatuhkan untuk memadamkan area yang terbakar.
Sementara di Rawa Mambok, Kabupaten Sintang, Satgas mengoperasikan helikopter Bell 412 EPI dengan registrasi HA-5228.
Helikopter tersebut melakukan delapan putaran operasi dengan total 8.000 liter air. Penyiraman dari udara diarahkan untuk mencegah meluasnya titik panas (hotspot) di Kecamatan Sintang.
Secara keseluruhan, operasi water bombing di dua lokasi tersebut menjatuhkan 18.000 liter air untuk membantu mengendalikan karhutla.
Baca Juga : Karhutla Kalbar Dievaluasi, Operasi Darat, Udara dan OMC Terus Diperkuat
Kabut asap pekat menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pemadaman dari udara. Jarak pandang yang berada di bawah batas minimum penerbangan membuat petugas harus menyesuaikan strategi demi mengutamakan keselamatan penerbangan.
Kondisi cuaca di Base Ketapang menyebabkan helikopter pengebom air yang hendak menuju Pematang Gadung terpaksa kembali ke pangkalan atau Return to Base (RTB).
Misi pemadaman menuju Muara Kendawangan dan patroli udara di wilayah Ketapang juga sempat ditunda atau cancel flight.
Sementara itu, sejumlah armada di Base Pontianak tetap disiagakan untuk mendukung operasi penanganan karhutla.
Helikopter Bell 206 B3 dengan registrasi PK-FPA bersiaga, sementara patroli menuju Singkawang, Mempawah, dan Sambas ditunda sementara.
Helikopter Chinook CH-47 dengan registrasi JA-989 juga dipersiapkan untuk menjalankan misi water bombing di Desa Malikian, Kecamatan Mempawah Hilir.
Selain itu, pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNG digunakan untuk memantau potensi awan sebagai persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau penyemaian hujan buatan.
Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan keselamatan tim dan ketepatan pemadaman menjadi perhatian utama dalam penanganan karhutla.
Ia meminta masyarakat ikut mendukung kerja Satgas Dalkarhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.
“Mari berikan dukungan terbaik dari darat dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan titik api di sekitar tempat tinggal Anda,” pungkas Norsan.*
