BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat hubungan kerja sama dengan Sarawak, Malaysia, khususnya dalam bidang keamanan pangan dan perlindungan kesehatan masyarakat di kawasan perbatasan.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan strategis yang digelar pada Selasa (3/3/2026). Pertemuan ini melibatkan berbagai instansi, di antaranya Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak, jajaran Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, serta perwakilan dari Ministry of Food Industry, Commodity and Regional Development Sarawak.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dalam Sidang Sosek Malindo ke-38 yang digelar pada 2025. Fokus utama pertemuan kali ini adalah menyelaraskan regulasi teknis agar arus barang, khususnya produk pangan, dapat berjalan lancar di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Pertemuan dibuka secara resmi di kantor Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kalimantan Barat oleh Kepala Badan Pengendalian Perbatasan yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar.
Dalam sesi pembahasan teknis yang berlangsung di Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, kedua pihak menaruh perhatian besar terhadap isu biosecurity dan keamanan pangan. Pengawasan ketat dinilai penting karena produk pangan, terutama yang berasal dari hewan dan hasil pertanian, memiliki potensi risiko kesehatan jika tidak memenuhi standar yang berlaku.
Baca Juga : Sekda Kalbar Harisson Dorong Kader HMI Kuasai Teknologi dan AI
Sejumlah poin utama menjadi perhatian dalam diskusi tersebut, antara lain memastikan produk yang melintasi perbatasan memenuhi standar kesehatan kedua wilayah, menjamin keamanan pangan bagi masyarakat di Kalbar maupun Sarawak, serta menyederhanakan hambatan teknis dalam kegiatan ekspor dan impor.
Selain memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, kerja sama ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan. Dengan adanya kepastian standar keamanan pangan, pelaku usaha di Kalimantan Barat diharapkan semakin mudah menembus pasar Malaysia, begitu pula sebaliknya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, Kalimantan Barat dan Sarawak optimistis dapat menciptakan kawasan perbatasan yang tidak hanya aman dari sisi pangan, tetapi juga semakin kompetitif dalam mendorong perdagangan regional.*
Sumber :
Disbunnak Kalbar
