BERIKABARNEWS l SANDAKAN – Kebakaran besar melanda permukiman padat di Kampung Bahagia, Sandakan, pada Senin (20/4/2026) dini hari. Sekitar 1.000 rumah panggung hangus terbakar dan lebih dari 9.000 warga terdampak, termasuk sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI).
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Karena luasnya dampak kebakaran, kawasan tersebut kemudian ditetapkan sebagai zona bencana pada pukul 04.00 pagi.
Dilansir dari Bernama, Kapolres Distrik Sandakan, George Abd Rakman, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, beberapa warga mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang atau membantu proses pemadaman.
“Belum ada laporan korban meninggal dunia. Luka yang dialami warga tergolong ringan,” ujarnya.
Saat ini, petugas fokus melakukan pendataan korban guna mempercepat evakuasi dan penyaluran bantuan di lokasi pengungsian.
Pemerintah Indonesia melalui KJRI Kota Kinabalu langsung bergerak memantau kondisi di lapangan. Mengingat kawasan tersebut dihuni oleh warga multinasional, termasuk WNI, pendataan terus dilakukan.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyebut sebagian besar WNI yang terdampak merupakan pasangan dari warga setempat.
Baca Juga : 26 WNI Ditangkap di Tempat Hiburan Miri
KJRI juga menyiapkan bantuan pengurusan dokumen bagi WNI yang kehilangan paspor atau identitas akibat kebakaran, serta memastikan mereka mendapatkan akses bantuan logistik dan layanan kesehatan.
Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Kesehatan Malaysia telah mengirimkan tim medis ke lokasi pengungsian. Selain perawatan kesehatan, korban juga mendapatkan pendampingan psikologis untuk mengatasi trauma.
Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, menegaskan bahwa penanganan tidak hanya fokus pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental para korban.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Insiden ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang terjadi di wilayah Sandakan dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Indonesia mengimbau keluarga di tanah air yang memiliki kerabat di lokasi kejadian untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari otoritas terkait.*
