BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyatakan siaga menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 dengan mengerahkan kekuatan lintas sektor melalui skema Forkopimda Plus. Langkah ini diambil menyusul prediksi potensi El Nino ekstrem dan kemarau panjang di pertengahan tahun.
Bupati Sujiwo menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam pencegahan dan penanganan karhutla. Hal ini disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berupa kabut asap, tetapi juga berdampak luas pada kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dampaknya sangat besar, mulai dari gangguan kesehatan seperti ISPA, aktivitas sekolah terganggu, hingga penerbangan dan ekonomi ikut terdampak. Kita tidak boleh lengah,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemkab Kubu Raya akan membentuk posko siaga dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Para camat diminta segera berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, pemerintah desa, hingga relawan pemadam kebakaran dalam satu komando terpadu.
Selain itu, pemerintah juga melakukan inventarisasi sarana dan prasarana pendukung, seperti mesin pompa, selang, serta memastikan ketersediaan bahan bakar dalam kondisi siap pakai.
Baca Juga : Halal Bihalal ASN, Bupati Sujiwo Ingatkan Kinerja Maksimal
Dari sisi teknis, Komandan Kodim 1207/Pontianak, Robbi Firdaus, menyebut pihaknya telah menyiapkan skema mitigasi dengan pembagian wilayah penanganan guna mempercepat respons di lapangan.
Sementara itu, Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika, menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi serta komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Berdasarkan data BMKG, curah hujan di Kalimantan Barat masih diperkirakan normal hingga Mei. Namun potensi titik panas tetap harus diwaspadai, terutama menjelang puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus.
Dengan kolaborasi Forkopimda Plus dan kesiapan sejak dini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis dapat menekan risiko karhutla serta menjaga lingkungan tetap aman dan sehat bagi masyarakat.*
