BERIKABARNEWS l – Lonjakan kebutuhan listrik akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) memicu krisis energi di Amerika Serikat. Dampaknya terasa hingga Chicago, ketika pembangkit listrik tenaga minyak era 1960-an di kawasan Pilsen batal dipensiunkan dan kembali beroperasi untuk memasok kebutuhan listrik data center berskala besar.
Pembangkit Fisk milik NRG Energy sebelumnya dijadwalkan berhenti beroperasi pada tahun depan. Namun meningkatnya permintaan listrik dari pusat data berbasis AI di wilayah PJM Interconnection, pasar listrik terbesar di AS, membuat rencana penutupan tersebut dibatalkan. Ketersediaan pasokan yang semakin terbatas menjadikan pembangkit tua ini kembali bernilai secara ekonomi.
Lonjakan konsumsi listrik AI juga memicu kebangkitan peaker plant di berbagai wilayah Amerika Serikat. Pembangkit jenis ini dirancang hanya beroperasi saat beban puncak, tetapi kini kembali menjadi penopang utama jaringan listrik nasional untuk mencegah pemadaman mendadak.
Dilansir Reuters, sekitar 60 persen pembangkit batu bara, gas, dan minyak di wilayah PJM yang semula dijadwalkan tutup tahun ini memilih menunda atau membatalkan pensiun. Kenaikan harga listrik hingga 800 persen selama musim panas membuat pengoperasian pembangkit lama menjadi sangat menguntungkan.
Baca Juga : Trump Ubah Arah Eksplorasi Antariksa, Bulan Jadi Prioritas
Ancaman Polusi bagi Warga Sekitar
Di sisi lain, kebangkitan pembangkit tua menimbulkan kekhawatiran serius terkait dampak lingkungan. Di kawasan padat penduduk seperti Pilsen, peaker plant dinilai memperburuk kualitas udara karena umumnya tidak dilengkapi teknologi pengendali polusi modern.
Emisi berbahaya seperti sulfur dioksida (SO₂) berpotensi lebih terkonsentrasi di area permukiman akibat cerobong yang relatif rendah.
Sejumlah studi mencatat sekitar 1.000 peaker plant di Amerika Serikat mayoritas berlokasi di komunitas berpenghasilan rendah dan wilayah masyarakat kulit berwarna. Kondisi ini memperkuat isu ketidakadilan lingkungan yang telah lama menjadi sorotan.
“Sangat mengecewakan ketika pembangkit batu bara ditutup, tetapi lokasi yang sama tetap memproduksi listrik berbahan bakar minyak,” ujar aktivis lingkungan Pilsen, Jerry Mead-Lucero.
Pemerintah AS dilaporkan tengah mengkaji pemanfaatan kapasitas cadangan pembangkit lama untuk memenuhi lonjakan kebutuhan energi AI. Menteri Energi AS, Chris Wright, menyebut kapasitas cadangan jaringan listrik sebagai fokus utama dalam menjaga stabilitas pasokan.
Meski demikian, para pakar mendorong solusi yang lebih berkelanjutan, seperti pembangunan jalur transmisi baru untuk menyalurkan listrik dari wilayah surplus serta pemanfaatan baterai skala besar sebagai pengganti peaker plant yang boros dan mencemari lingkungan.
Baca Juga : Google Cloud Pacu Layanan AI, Palo Alto Investasi Rp155 Triliun
Illinois Utara kini menjadi salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di AS. Proyek besar, termasuk pembangunan kampus data center 20 gedung milik T5 Data Centers, diperkirakan akan semakin meningkatkan konsumsi listrik dalam waktu dekat.
Bagi warga Pilsen, bertahannya pembangkit Fisk menambah beban lingkungan di tengah paparan polusi lalu lintas industri dan jalan raya. Di balik ambisi global menguasai teknologi AI, masyarakat lokal harus menghadapi dampak polusi dari pembangkit listrik masa lalu yang kembali dihidupkan. *
Sumber :
Reuters
