Menteri LH: Kemarau 2026 Terparah 30 Tahun, Kalbar Diminta Siaga

Menteri BPLH Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau kesiapsiagaan karhutla Kubu Raya ke Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (16/4/2026).

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah pusat mengingatkan potensi musim kemarau ekstrem yang akan melanda Kalimantan Barat pada 2026. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut puncak kemarau tahun ini berpotensi menjadi yang paling kering dalam 30 tahun terakhir.

Peringatan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Desa Rasau Jaya Umum, Kamis (16/4/2026).

“Kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang, dengan puncak pada Juli hingga September. Kita akan menghadapi curah hujan terendah dalam tiga dekade terakhir,” ujarnya.

Kondisi curah hujan yang sangat rendah dinilai bukan sekadar siklus tahunan biasa. Situasi ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah gambut Kalimantan Barat.

Karena itu, pemerintah meminta seluruh pihak untuk melakukan langkah antisipasi lebih awal sebelum dampak kekeringan semakin meluas.

Untuk mengurangi risiko karhutla, pemerintah akan mengandalkan koordinasi data dari daerah yang dikirim secara cepat ke pusat. Informasi terkait titik panas dan kondisi cuaca akan menjadi dasar pengambilan keputusan.

Bersama BMKG dan BNPB, pemerintah menyiapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Langkah strategis yang disiapkan meliputi pemantauan titik rawan secara real-time, pemanfaatan potensi awan untuk hujan buatan, serta pengawasan muka air tanah di kawasan gambut.

Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Kalbar

Hanif menegaskan bahwa menjaga kelembaban lahan gambut menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran. Salah satu metode efektif yang akan dioptimalkan adalah pembangunan dan pengaktifan sekat kanal (canal blocking).

“Menjaga air tetap berada di lahan gambut adalah kunci. Tanpa air, upaya apa pun tidak akan efektif,” tegasnya.

Kementerian juga akan memetakan titik-titik strategis untuk pembangunan atau optimalisasi sekat kanal guna menjaga cadangan air.

Dalam kunjungannya, Hanif turut mengapresiasi pengelolaan lahan gambut di Desa Rasau Jaya Umum yang dinilai berhasil menjaga keseimbangan air dan lingkungan.

Ia berharap model tersebut dapat didokumentasikan dan direplikasi di daerah lain yang rawan karhutla di Indonesia.

Dengan sinergi antara teknologi, infrastruktur, dan pengelolaan berbasis masyarakat, pemerintah optimistis Kalimantan Barat mampu menghadapi musim kemarau panjang dengan risiko yang lebih terkendali.*

 

Sumber :

Prokopim Kubu Raya

Gubernur Ria Norsan Sampaikan Duka, Doa Mengiringi Korban Heli PK-CFX

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Suasana duka menyelimuti RS...

Gubernur Ria Norsan menyampaikan duka atas korban heli PK-CFX di RS Bhayangkara Pontianak.

Meriah! Jhon LBF hingga Daud Jordan Adu Strategi di Kejurprov Domino Kalbar 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Domino...

Suasana pembukaan Kejurprov Domino Kalbar 2026 di 5cm Coffee & Eatery Untan Pontianak.

Menko Polkam dan Ria Norsan Tinjau Dapur MBG Pontianak, Pastikan Kualitas Terjaga

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah pusat dan daerah...

Menko Polkam dan Ria Norsan meninjau dapur Makan Bergizi Gratis di Pontianak

Menko Polkam dan Ria Norsan Kunjungi Sekolah Rakyat, Siswa Diminta Gapai Cita-Cita

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah terus memperkuat akses...

Menko Polkam Djamari Chaniago bersama Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan saat meninjau siswa Sekolah Rakyat di Pontianak

8 Jenazah Korban Heli PK-CFX Tiba di RS Bhayangkara Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Suasana duka menyelimuti RS...

Iring-iringan ambulans membawa jenazah korban heli PK-CFX sebelum tiba di RS Bhayangkara Pontianak.

Gubernur Ria Norsan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Kalbar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam kegiatan penanganan karhutla di halaman Kantor Gubernur Kalbar,Pontianak, Kamis (16/4/2026).

berita terkini