BERIKABARNEWS l – Investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) terus memanas. OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, berhasil meraih pendanaan senilai US$110 miliar (sekitar Rp1.700 triliun), sehingga valuasinya melonjak menjadi US$840 miliar.
Suntikan modal dari raksasa teknologi seperti Amazon, Nvidia, dan SoftBank menegaskan keyakinan investor terhadap masa depan AI, meski muncul kekhawatiran soal gelembung valuasi (valuation bubble).
Amazon menjadi kontributor terbesar dengan komitmen US$50 miliar, diikuti Nvidia dan SoftBank masing-masing US$30 miliar. Pendanaan ini dipandang sebagai persiapan strategis OpenAI menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang diprediksi menjadi salah satu yang terbesar tahun ini.
Langkah ini juga ditujukan untuk menjaga posisi OpenAI sebagai pemimpin pasar menghadapi persaingan ketat dari Google Gemini 3 dan Anthropic. Untuk itu, OpenAI memperkuat kemitraan strategis: penggunaan sistem Rubin terbaru dari Nvidia dengan kapasitas komputasi 5 gigawatt, serta kolaborasi dengan Amazon menggunakan chip Trainium dan komitmen belanja US$100 miliar di Amazon Web Services (AWS) dalam delapan tahun ke depan.
Meski impresif, Wall Street menyoroti potensi risiko “pembiayaan sirkular” di mana perusahaan saling berinvestasi dan menandatangani kontrak pasokan, yang dapat menggelembungkan angka pendapatan secara semu.
Saham Nvidia sempat terkoreksi karena investor lebih memilih dividen daripada strategi ekspansi ke ekosistem AI mitra.
Baca Juga : Anthropic Gaspol Perluas AI Bisnis, Claude Kini Terhubung ke Gmail
Di sisi operasional, OpenAI tetap menunjukkan pertumbuhan solid. ChatGPT kini melayani lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan, dengan lebih dari 50 juta pelanggan berbayar.
Pertumbuhan diperkirakan terus melonjak pada Januari-Februari 2026, periode dengan kenaikan pelanggan baru terbesar dalam sejarah perusahaan.
Hubungan eksklusif dengan Microsoft Azure tetap berjalan, sementara pendanaan baru membuka peluang bagi OpenAI untuk menargetkan belanja komputasi hingga US$600 miliar hingga 2030. Dengan modal besar dan strategi kemitraan ini, OpenAI siap mempertahankan posisi terdepan di pasar AI global.*
Sumber :
Reuters
