BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Upaya pencarian terhadap seorang pemancing bernama Nuriman (48) yang dilaporkan hilang di Sungai Cabang Ruan, Kabupaten Kubu Raya, resmi dihentikan. Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif selama tujuh hari tanpa menemukan tanda keberadaan korban.
Nuriman, warga Dusun Cabang Ruan, Kecamatan Batu Ampar, dilaporkan tidak kembali ke rumah usai pergi memancing pada Senin (5/1/2026). Sejak laporan diterima, tim SAR bersama unsur terkait telah melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai dan area sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Komandan Pos SAR Kayong Utara, Akhyar, mengatakan penghentian operasi dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas. Selama sepekan, upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan.
“Operasi SAR kami hentikan karena telah memasuki hari ketujuh, sesuai SOP Basarnas,” jelas Akhyar.
Meski demikian, Basarnas menegaskan bahwa pencarian belum ditutup secara permanen. Operasi dapat kembali dibuka apabila ditemukan petunjuk baru yang mengarah pada keberadaan korban.
“Jika nantinya ada tanda atau informasi baru dari masyarakat, kami siap mengaktifkan kembali operasi pencarian,” tambahnya.
Baca Juga : Diduga Main HP, Sopir Picu Tabrakan Beruntun di Bundaran Mayor Alianyang
Di tengah belum ditemukannya korban, muncul dugaan Nuriman menjadi korban serangan buaya. Sungai Cabang Ruan dikenal sebagai habitat predator air, sehingga aktivitas di wilayah tersebut memiliki risiko tinggi. Hingga hari terakhir pencarian, tim SAR belum menemukan barang atau jejak fisik yang dapat memastikan kondisi korban.
Seiring penghentian operasi, Basarnas mengimbau masyarakat di sekitar Kecamatan Batu Ampar agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Warga diminta berhati-hati terhadap keberadaan buaya, tidak memancing sendirian di lokasi rawan, serta segera melapor jika menemukan tanda yang diduga berkaitan dengan korban.
“Kami sangat mengharapkan peran serta masyarakat. Informasi sekecil apa pun sangat berarti,” pungkas Akhyar. (ing)
Sumber :
SAR KKU
