BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan dengan memasukkan berbagai perayaan hari besar keagamaan ke dalam kalender tahunan daerah. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan setiap kegiatan keagamaan memiliki wadah yang terorganisir sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya daerah.
Untuk umat Muslim, Pemkab Kubu Raya menetapkan empat agenda utama yang akan digelar rutin setiap tahun, yakni pawai obor menyambut Ramadan, Gema Idulfitri, selawat akbar pada momen Maulid Nabi atau Isra Mikraj, serta peringatan Tahun Baru Islam.
“Keempat agenda ini sudah resmi kita masukkan dalam kalender tahunan,” ujar Sujiwo usai kegiatan Gema Idulfitri di Bundaran Gaforaya, Jumat (27/3/2026).
Tak hanya itu, kebijakan ini juga mencerminkan komitmen inklusif pemerintah daerah. Sujiwo menegaskan bahwa seluruh agama mendapat perhatian yang sama, dengan berbagai perayaan seperti Natal, Imlek, Waisak, hingga Nyepi juga akan difasilitasi dalam kalender resmi daerah.
Baca Juga : Gema Idulfitri 1447 H di Kubu Raya, Sujiwo Pererat Silaturahmi Tanpa Sekat
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kubu Raya yang terdiri dari berbagai latar belakang agama dan etnis.
Selain menetapkan agenda tahunan, Sujiwo juga menyoroti peran Bundaran Gaforaya sebagai ruang publik yang kini menjadi ikon baru daerah. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kawasan tersebut, termasuk Benteng Mangrove, sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan kebersamaan.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas umum dengan penuh tanggung jawab.
“Jaga kebersihan, etika, dan ketertiban. Fasilitas ini milik bersama dan harus dijaga bersama,” pesannya.
Dengan masuknya agenda keagamaan ke dalam kalender resmi, Pemkab Kubu Raya berharap dapat mendorong pengembangan pariwisata berbasis religi dan budaya, sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.*
