BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan kunjungan pembelajaran ke Pontianak untuk mempelajari praktik terbaik pelayanan publik. Rombongan dipimpin langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Pontianak dipilih karena prestasinya di bidang pelayanan publik. Kota ini meraih Indeks Pelayanan Publik (IPP) 4,35 dengan kategori Sangat Baik (A-) dari Kementerian PANRB 2024, serta Predikat Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dengan nilai 94,96 (A) dari Ombudsman RI. Capaian tersebut menjadi acuan penting bagi Balikpapan dalam memperbaiki layanan di daerahnya.
“Kami datang untuk belajar langsung. Setiap daerah tentu punya kelebihan dan kekurangan. Harapan kami, pengalaman Pontianak bisa menambah wawasan dan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan publik di Balikpapan semakin baik,” ujar Rahmad usai diterima di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (9/1/2026).
Rahmad juga mengapresiasi sambutan hangat Pemerintah Kota Pontianak dan berharap kunjungan ini membuka peluang kerja sama antardaerah di masa depan. “Semoga hubungan baik ini membawa manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan publik di masing-masing kota,” tambahnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut rombongan secara langsung.
Dalam paparannya, Edi menjelaskan Pontianak memiliki luas wilayah 118,4 km² dengan jumlah penduduk hampir 700 ribu jiwa, yang terdiri dari berbagai suku bangsa, dengan dominasi Melayu dan Tionghoa, serta penduduk dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia.
“Secara topografi, Pontianak berada di dataran rendah dan terbelah Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Kondisi ini membuat kota rentan terhadap genangan, terutama saat pasang rob dan curah hujan tinggi,” jelas Edi. Hal ini menjadikan pengelolaan drainase dan optimalisasi fungsi parit sebagai fokus utama pemerintah kota.
Baca Juga : Kota Pontianak Tertinggi Pemanfaatan E-Kinerja BKN 2025, Tembus 99,36 Persen
Edi menambahkan, di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan lingkungan, Pontianak terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif dan adaptif, serta mampu menanggapi kebutuhan masyarakat dengan cepat, seiring perkembangan media sosial dan tuntutan publik.
Selain itu, Edi memperkenalkan Pontianak sebagai kota hidup dengan ruang publik, budaya, dan kuliner. Ia mengajak rombongan Pemkot Balikpapan menikmati Car Free Day, kawasan tepi sungai, serta budaya warung kopi yang menjadi ruang interaksi sosial warga.
“Komitmen kami sederhana: membangun kota agar masyarakatnya bahagia dan sejahtera di tengah tantangan zaman,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat hubungan antardaerah sekaligus memperkaya perspektif kedua kota dalam mengembangkan pelayanan publik yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rombongan Pemkot Balikpapan juga dijadwalkan mengunjungi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Mal Pelayanan Publik, dan Dekranasda sebagai bagian dari pembelajaran lapangan. *
Prokopim/Kominfo
