Pemkot Pontianak Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Bimtek GPK

Disdikbud Kota Pontianak menggelar Bimtek Sekolah Inklusi bagi Calon Guru Pendamping Khusus.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperkuat penyelenggaraan pendidikan inklusif dengan meningkatkan kompetensi Guru Pendamping Khusus (GPK).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Inklusi Angkatan VI Tahun 2026 bagi calon GPK baru dan tambahan. Kegiatan yang diselenggarakan melalui UPT Layanan Disabilitas dan Asesmen Center (LDAC) Kota Pontianak ini berlangsung selama dua hari, 12–13 Oktober 2026, di Ballroom Hotel Gajahmada Pontianak.

Sebanyak 155 calon GPK dari satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif se-Kota Pontianak mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan kompetensi sebelum menjalankan tugas pendampingan di sekolah masing-masing.

Plt Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Hermawan Eko Wibowo, mengatakan pendidikan inklusif bukan sekadar memberikan kesempatan kepada peserta didik penyandang disabilitas untuk bersekolah bersama peserta didik lainnya. Pendidikan inklusif juga merupakan komitmen untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu, aman, bermartabat, serta sesuai dengan kebutuhan dan potensinya.

“Tidak boleh ada anak yang merasa tidak diterima hanya karena memiliki hambatan atau kebutuhan yang berbeda. Setiap anak memiliki potensi untuk berkembang. Tugas kita sebagai pendidik adalah menemukan potensi tersebut, memberikan dukungan yang tepat, serta menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan setiap peserta didik tumbuh dan berkembang secara optimal,” tegas Hermawan saat membuka kegiatan, Senin (12/10/2026).

Baca Juga : Kantor Pos Lama Pontianak Bisa Lebih Produktif, Cagar Budaya Harus Dijaga

Menurut Hermawan, yang akrab disapa Bowo, keberadaan GPK memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan inklusif di sekolah. Tugas GPK tidak hanya mendampingi peserta didik penyandang disabilitas, tetapi juga membangun kolaborasi antara sekolah, guru kelas, guru mata pelajaran, orang tua, tenaga profesional, dan pihak terkait lainnya.

Karena itu, ia berharap para peserta bimtek tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan praktis, mulai dari pendampingan, komunikasi, asesmen, etika profesi, hingga dokumentasi layanan pendidikan inklusif.

Bowo juga menekankan lima hal penting yang harus diperhatikan calon GPK dalam menjalankan tugasnya.

Pertama, memahami karakteristik setiap peserta didik, termasuk kemampuan, minat, hambatan, dan kebutuhan masing-masing. Pemahaman tersebut perlu dibangun melalui observasi, komunikasi, asesmen, serta koordinasi dengan guru, orang tua, dan tenaga ahli.

Kedua, memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan inklusif. Keberhasilan layanan pendidikan, menurutnya, tidak dapat dibebankan kepada GPK seorang diri, tetapi membutuhkan dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, UPT LDAC, Pusat Sumber, tenaga profesional, serta pemangku kepentingan lainnya.

Ketiga, memastikan pembelajaran berpusat pada kebutuhan peserta didik. Penyesuaian metode, media, materi, komunikasi, waktu, dan lingkungan belajar perlu dilakukan sesuai kebutuhan, termasuk melalui penyediaan akomodasi yang layak.

“Jangan melihat perbedaan sebagai hambatan semata. Jadikan perbedaan sebagai dasar untuk memberikan layanan yang lebih tepat,” pesannya.

Keempat, melaksanakan pendampingan secara profesional dan beretika. GPK diharapkan tidak mengambil alih seluruh aktivitas peserta didik, melainkan membantu mereka mengembangkan kemandirian secara bertahap sesuai kemampuan dan potensi masing-masing agar tidak bergantung pada pendamping.

Kelima, mendokumentasikan layanan secara berkelanjutan. Catatan observasi, program pembelajaran, bentuk pendampingan, perkembangan kemampuan, serta kendala yang dihadapi menjadi dasar untuk mengevaluasi dan menentukan tindak lanjut layanan pendidikan.

Baca Juga : Pontianak Siapkan TPST 300 Ton per Hari, Sampah Jadi Pupuk

Bowo menambahkan, profesi GPK membutuhkan kesabaran, ketulusan, kepedulian, kompetensi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat. Para calon GPK diharapkan mampu memahami kebutuhan setiap peserta didik sekaligus membantu mereka mengembangkan potensi secara optimal.

“Jadilah GPK yang bukan hanya hadir mendampingi, tetapi hadir untuk memahami, membantu, menguatkan, dan membuka peluang bagi setiap anak agar dapat berkembang dan mencapai potensi terbaiknya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPT LDAC Kota Pontianak, Tuti Ningsih, mengatakan bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas GPK agar sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang ramah, responsif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kota Pontianak bersama UPT LDAC berkomitmen melanjutkan penguatan pendidikan inklusif melalui peningkatan kompetensi pendidik, kolaborasi antarpihak, serta pengembangan layanan pendidikan yang bermutu dan berpihak kepada setiap peserta didik.

Pendidikan inklusif merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang setara dalam belajar, berkembang, menjadi mandiri, dan meraih masa depan tanpa diskriminasi.*

Kantor Pos Lama Pontianak Bisa Lebih Produktif, Cagar Budaya Harus Dijaga

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono terkait pemanfaatan Kantor Pos Lama di Jalan Rahadi Usman yang berstatus bangunan cagar budaya.

Pontianak Siapkan TPST 300 Ton per Hari, Sampah Jadi Pupuk

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan rencana pembangunan TPST berkapasitas 200–300 ton per hari dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk saat membuka puncak World Cleanup Day 2026 di Taman Digulis Untan, Pontianak, Minggu (11/10/2026).

Pemkot Pontianak Rutin Normalisasi Drainase, Dua Pompa Besar Ditambah

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus...

Aktivitas normalisasi saluran di Parit Tokaya, Jumat (9/10/2026).

Polnep Bantu Peternak Sanggau Tingkatkan Efisiensi Pakan dengan Mesin Pencacah

BERIKABARNEWS l SANGGAU – Politeknik Negeri Pontianak (Polnep)...

Kamaludin, peternak yang mendapat bantuan Mesin Pencacah Limbah Sayur dari mahasiswa PKM Polnep.

Pasar Murah dan UMKM Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Warga

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus...

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyerahkan bantuan speaker kepada majelis taklim dalam rangkaian Gelar Dagang Berjaya di halaman Kantor Lurah Akcaya, Jumat (9/10/2026).

Pemkot Pontianak Mutakhirkan Data Satlinmas Melalui SIM Linmas Kemendagri

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak...

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat membuka Pemutakhiran Pendataan Anggota Satlinmas melalui SIM Linmas Kemendagri di Aula SSA Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (8/10/2026).

berita terkini