BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang musim hujan 2026/2027.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengimbau jajaran pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.
Imbauan tersebut disampaikan Ria Norsan saat mengikuti Press Release Prediksi Musim Hujan 2026/2027 bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara daring, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan itu diikuti Ria Norsan bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kalbar Hendra dari Ruang Digital Analytic Room (DAR).
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Hadiri Paripurna DPD RI, Soroti Infrastruktur dan Perbatasan Kalbar
Ria Norsan meminta seluruh instansi teknis menggunakan informasi prakiraan cuaca dan sistem peringatan dini BMKG sebagai rujukan dalam menyusun langkah pencegahan bencana di daerah.
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi musim hujan membutuhkan koordinasi lintas sektor. Langkah mitigasi perlu melibatkan pemerintah daerah, BPBD, instansi teknis, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Selain memperkuat koordinasi, Pemprov Kalbar mendorong tindakan preventif di lingkungan permukiman. Masyarakat diimbau aktif membersihkan saluran air dan menjaga kondisi lingkungan untuk mengurangi potensi dampak saat hujan deras.
Pemahaman masyarakat terhadap informasi peringatan dini cuaca juga perlu ditingkatkan. Dengan demikian, informasi dari BMKG dapat direspons secara cepat dan tepat ketika terdapat potensi cuaca ekstrem.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Cari Titik Temu Hukum Adat dan Administrasi Kependudukan
Ria Norsan juga meminta pengalaman penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi ancaman bencana pada musim hujan.
Menurutnya, pergantian musim tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat lengah terhadap risiko bencana yang berbeda.
“Kita tidak ingin berpindah dari satu risiko ke risiko lainnya tanpa kesiapan. Pengalaman menghadapi karhutla dan kekeringan harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan kita menghadapi musim hujan,” tegas Ria Norsan, Jumat (2/10/2026).
Ia mendorong terbentuknya pola kesiapsiagaan yang terstruktur, mulai dari bersiap sebelum bencana terjadi, bertindak cepat saat bencana berlangsung, hingga mempercepat proses pemulihan setelah bencana.
Pemprov Kalbar optimistis kesiapan yang matang dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat membantu menekan risiko kerugian materiil maupun ancaman terhadap keselamatan masyarakat akibat cuaca ekstrem.*
