BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dengan menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menghadapi tantangan era digital. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengingatkan masyarakat bahwa keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang tangguh di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Upacara peringatan Harganas ke-33 dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Harganas bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat peran keluarga sebagai pilar pembangunan bangsa.
Menurut Harisson, keluarga merupakan titik awal dari berbagai kebijakan publik sekaligus penentu kualitas sumber daya manusia di masa depan. Di tengah era yang penuh ketidakpastian atau VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), ketahanan keluarga dinilai menjadi kunci agar bonus demografi dapat menjadi kekuatan pembangunan, bukan sebaliknya.
Pemprov Kalbar menekankan bahwa keluarga yang tangguh dapat dibangun melalui tiga aspek utama yang dimulai dari lingkungan rumah.
Aspek pertama adalah kesehatan dan pemenuhan gizi. Pencegahan stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan dinilai harus menjadi perhatian serius setiap keluarga agar anak tumbuh sehat dan memiliki daya saing di masa depan.
Aspek kedua adalah pendidikan karakter. Rumah diharapkan kembali menjadi tempat utama untuk menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab kepada anak.
Sementara aspek ketiga adalah ketahanan mental. Keluarga diharapkan mampu menjadi ruang emosional yang aman agar anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan mampu menghadapi tekanan zaman.
Baca Juga : Hadiri RUPS PT Askrida, Gubernur Ria Norsan Dorong Inovasi dan Penguatan Bisnis
Dalam peringatan Harganas kali ini, Pemprov Kalbar juga menyoroti dampak era digital terhadap pola pengasuhan anak. Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah meningkatnya kondisi fatherless country, yakni ketika sosok ayah hadir secara fisik tetapi minim keterlibatan emosional dalam kehidupan anak.
Situasi ini dinilai semakin kompleks ketika interaksi keluarga perlahan digantikan oleh gawai dan paparan algoritma digital.
“Meja makan tidak boleh sunyi karena semua sibuk menatap layar,” demikian pesan yang disampaikan dalam upacara.
Minimnya interaksi dalam keluarga dinilai berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari tawuran pelajar, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, orang tua diimbau untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan anak, membatasi penggunaan gawai, serta menciptakan suasana rumah yang hangat dan nyaman sebagai tempat yang dirindukan.
Baca Juga : Hari Berkabung Daerah, Sekda Kalbar Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah Tragedi Mandor
Peringatan Harganas ke-33 ditutup dengan pelepasan balon oleh Sekda Kalbar bersama unsur Forkopimda dan perwakilan BKKBN.
Melalui seruan “Berencana Itu Keren”, Pemprov Kalbar mengajak seluruh masyarakat membangun keluarga yang terencana, sehat, dan berkualitas.
Dengan keluarga yang kuat, diharapkan lahir generasi yang sehat, berkarakter, serta memiliki mental tangguh untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Pemprov Kalbar meyakini bahwa keluarga yang harmonis dan adaptif di era digital akan menjadi fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera dan bangsa yang maju.*
