BERIKABARNEWS l MAROS – Proses pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat turboprop milik Indonesian Air Transport di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus membuahkan perkembangan. Hingga Senin (19/1/2026), tim SAR gabungan dilaporkan telah menemukan jenazah kedua di lokasi kejadian.
Pesawat jenis ATR 42-500 tersebut sebelumnya dinyatakan hilang kontak pada Sabtu lalu saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Dalam penerbangan itu, pesawat membawa 10 orang yang terdiri dari tiga aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kelautan dan Perikanan serta tujuh awak pesawat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, membenarkan penemuan jenazah terbaru tersebut. Ia menyebutkan bahwa korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan.
“Satu korban lagi telah ditemukan. Berdasarkan informasi dari tim di lapangan, korban merupakan seorang wanita,” ujar Syafii kepada awak media, Senin.
Sebelumnya, pada Minggu, tim SAR telah lebih dulu menemukan jenazah seorang pria. Dengan penemuan terbaru ini, delapan korban lainnya masih dinyatakan hilang. Meski lokasi korban telah diketahui, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena terkendala cuaca buruk serta jarak pandang yang terbatas di kawasan pegunungan.
Pesawat nahas tersebut diketahui disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menjalankan misi pemantauan sumber daya perikanan di wilayah Indonesia Timur. Hingga kini, sejumlah puing pesawat seperti bagian badan, ekor, dan jendela telah berhasil ditemukan dan dipetakan oleh petugas.
Namun demikian, tim penyelamat masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pencarian kotak hitam (black box) yang berisi rekaman data penerbangan dan percakapan kokpit. Keberadaan black box dinilai sangat krusial untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan di medan yang sulit tersebut.
Baca Juga : KemenPPPA Luncurkan Simfoni PPA Versi 3, Penanganan Kekerasan Kini Real-Time
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mendukung proses pencarian dan evakuasi. Menurutnya, operasi dilakukan secara intensif dan terkoordinasi sejak laporan hilang kontak diterima.
“Pencarian dilakukan secara terpadu dengan Basarnas sebagai koordinator, didukung oleh TNI, Polri, AirNav Indonesia, BMKG, serta pemerintah daerah,” tegas Menhub. (ing)
