BERIKABARNEWS l SEOUL – Virtual boy group asal Korea Selatan, PLAVE, mencatatkan prestasi melalui mini album kelima bertajuk HYPERDRIVE. Sejak dirilis pada Senin (12/10/2026), album tersebut langsung mendominasi tangga lagu Melon dan mencatatkan penjualan fisik sekitar 720.000 kopi dalam tiga hari.
Comeback ini berlangsung enam bulan setelah PLAVE merilis mini album keempat, Caligo Pt.2, pada April 2026. Melalui HYPERDRIVE, grup ini menghadirkan variasi musik yang lebih luas dengan mengeksplorasi berbagai genre.
Lagu utama Star Trace menjadi sorotan berkat eksperimen dengan genre EDM-based dance-pop. Genre tersebut menjadi pengalaman baru bagi PLAVE sejak memulai debut di industri musik.
Popularitas HYPERDRIVE langsung terlihat di Melon, salah satu platform musik terbesar di Korea Selatan. Pada tengah malam Selasa (13/10/2026), seluruh lagu dalam album tersebut berhasil menempati lima besar tangga lagu Top 100 Melon.
Baca Juga : Lee Soo-man Debutkan A2O SOUL dan A2O LITE Bersamaan
Dominasi PLAVE di Melon berlanjut setelah perilisan album. Hingga Kamis (15/10/2026), Star Trace serta lagu Danbi in the Blue Sky dan Kkun masih bertahan di tangga lagu harian platform tersebut.
Selain meraih capaian di layanan musik digital, penjualan fisik HYPERDRIVE juga terus meningkat. Dalam periode 13–15 Oktober 2026, album ini terjual sekitar 720.000 kopi.
Angka tersebut membuka peluang bagi PLAVE untuk meraih predikat fourth-consecutive first-week million-seller, yakni penjualan satu juta kopi pada pekan pertama perilisan untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Baca Juga : BOYNEXTDOOR Raih Platinum di Jepang, The Action Tembus 250 Ribu Kopi
Kesuksesan HYPERDRIVE turut memperkuat posisi PLAVE di industri K-pop. Grup yang awalnya dipandang sebagai proyek eksperimental untuk menguji potensi idola virtual ini kini mendapat perhatian melalui karya musik dan interaksi dengan penggemar.
Kemampuan para anggota memproduksi lagu sendiri (self-produced content), komunikasi aktif dengan penggemar yang dikenal sebagai PLLI, serta kualitas musik menjadi faktor penting dalam membangun popularitas mereka.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa daya tarik PLAVE tidak hanya bertumpu pada teknologi virtual, tetapi juga pada kekuatan musik dan ikatan emosional dengan penggemar. Melalui HYPERDRIVE, PLAVE semakin memperlihatkan potensi grup idola virtual dalam industri K-pop.*
