BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar pelatihan penanganan cepat korban tenggelam bagi tenaga kesehatan di Kecamatan Sungai Kakap. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat medis, khususnya kasus tenggelam yang kerap terjadi di wilayah perairan.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Sebanyak 86 peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader puskesmas, hingga sopir ambulans mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Salah satu dosen Prodi Profesi Dokter FK Untan, dr. Poppy N. M., M.Ked, SpAn-TI, Subsp M.N.(K), menjelaskan bahwa pelatihan ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat pada korban tenggelam untuk mencegah kerusakan otak akibat kekurangan oksigen.
“Alhamdulillah, kami telah melaksanakan pelatihan bantuan hidup dasar kepada 86 peserta yang sehari-hari terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar dr. Poppy, yang juga merupakan dokter spesialis anestesi dan nyeri.
Pelatihan bertema “Edukasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar pada Kasus Tenggelam” ini tidak hanya berisi pemaparan teori, tetapi juga praktik langsung melalui simulasi resusitasi jantung paru (RJP) serta langkah-langkah pertolongan dasar yang aman dan efektif di lapangan.
Baca Juga : RSUD SSMA Edukasi Deteksi Dini Gangguan Bahasa dan Bicara pada Anak
Kepala Puskesmas Sungai Kakap, Rusliah Marni, S.ST, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi tenaga kesehatan dan kader, mengingat kasus tenggelam masih sering terjadi di wilayah tersebut.
“Pelatihan ini sangat membantu kami di lapangan. Kader juga terlihat antusias karena kini lebih memahami tindakan yang harus dilakukan saat menangani korban tenggelam,” ungkap Rusliah.
Melalui kegiatan ini, Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Untan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya di tingkat pelayanan primer, guna mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sigap dan tanggap menghadapi keadaan darurat medis. *
