BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan Jalan Tol Supadio-Kijing sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik di Kalimantan Barat. Proyek ini digadang-gadang menjadi jalan tol pertama di Kalbar sekaligus penghubung penting antara jalur transportasi udara dan pusat logistik laut internasional.
Pematangan proyek tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pengusahaan Jalan Tol yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Barat di Ruang Rapat Asoka Kantor Bapperida Kalbar, Kamis (18/6/2026).
Rakor ini diinisiasi oleh Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna menghimpun berbagai masukan terkait alternatif trase jalan tol serta penyempurnaan dokumen studi kelayakan (feasibility study), row plan, dan basic design.
Jalan Tol Supadio–Kijing ditargetkan masuk dalam periode pembangunan 2025–2029. Infrastruktur bebas hambatan ini dirancang untuk memperlancar arus distribusi barang dan mobilitas penumpang antarwilayah.
Kehadiran jalan tol tersebut dinilai akan berperan besar dalam menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Pemerintah berencana menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mempercepat realisasi pembangunan sekaligus mengoptimalkan pembiayaan proyek.
Baca Juga : Ekonomi Syariah Jadi Pilar Baru Pertumbuhan, Sekda Harisson Buka RABBANI KHATULISTIWA 2026
Dalam rapat tersebut, sejumlah instansi memaparkan peran strategis masing-masing. Bapperida Kalbar menjelaskan arah pengembangan kawasan dan kesesuaian proyek dengan rencana tata ruang wilayah.
Tim konsultan teknis turut memaparkan kajian awal terkait aspek teknis pembangunan serta sejumlah alternatif rute yang dinilai paling efektif. Sementara Direktorat Jalan Bebas Hambatan menjelaskan integrasi ruas tol dengan jaringan jalan nasional.
Di sisi lain, PT Pelindo Regional 2 mempresentasikan kesiapan Pelabuhan Kijing sebagai pusat logistik internasional yang nantinya akan terhubung langsung dengan akses jalan tol.
Selain meningkatkan efisiensi logistik, pembangunan jalan tol ini juga diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat.
Akses transportasi yang lebih cepat dan efisien diyakini mampu meningkatkan daya tarik investasi, khususnya di kawasan industri Kubu Raya dan Mempawah.
Baca Juga : Buka Festival Bakcang Pontianak 2026, Gubernur Ria Norsan Ajak Rawat Keberagaman
Kepala Bapperida Provinsi Kalimantan Barat, Linda Purnama, menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha menjadi faktor penting dalam percepatan proyek strategis ini.
“Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, pembangunan Jalan Tol Bandara Supadio–Pelabuhan Kijing diharapkan dapat menjadi katalisator percepatan pembangunan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Rakor tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dan Pemerintah Kabupaten Mempawah.
Masukan dari daerah yang akan dilintasi jalan tol menjadi perhatian penting agar pembangunan tetap memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi secara seimbang.
Jika terealisasi, Jalan Tol Supadio–Kijing diharapkan mampu memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu gerbang logistik strategis di wilayah barat Indonesia.*
