BERIKABARNEWS l PONTIANAK – RSUD Pontianak Utara terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta pembenahan sarana dan prasarana (sapras) secara bertahap.
Komitmen tersebut ditegaskan Direktur RSUD Pontianak Utara, Nuzulisa Zulkifli, dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar bersama pemangku kepentingan dan perwakilan masyarakat di Aula RSUD Pontianak Utara, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, rumah sakit yang mulai beroperasi sejak 2 Januari 2023 ini masih berada dalam tahap pengembangan. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga kualitas layanan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Usia RSUD Pontianak Utara ini baru memasuki tahun ketiga. Kami masih terus berbenah, namun tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit saat ini semakin tinggi. Pasien menginginkan layanan yang cepat, tepat, mudah diakses, dengan biaya terjangkau, serta didukung tenaga kesehatan yang ramah dan profesional.
Karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan publik. Namun demikian, pihak rumah sakit juga mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan, khususnya pada aspek SDM dan fasilitas.
“Kami memahami kondisi ini. Namun kami tetap berupaya meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga : WFH ASN Pontianak Mulai Pekan Ini, Layanan Publik Tetap Jalan
Dari sisi pelayanan, jumlah kunjungan pasien menunjukkan tren yang cukup signifikan. Pada tahun 2023, kunjungan rawat jalan tercatat sebanyak 4.841 pasien, sementara kunjungan ke Instalasi Gawat Darurat mencapai 10.315 pasien dalam satu tahun.
Memasuki 2024, RSUD Pontianak Utara mulai memberlakukan tarif layanan setelah sebelumnya layanan diberikan secara gratis karena belum adanya dasar hukum. Pada tahun yang sama, rumah sakit juga mulai bekerja sama dengan BPJS Kesehatan serta membuka layanan rawat inap.
Kepercayaan masyarakat terus meningkat pada 2025. Saat ini, RSUD Pontianak Utara didukung oleh 12 dokter spesialis, meskipun sembilan di antaranya masih berstatus dokter tamu.
Dalam forum tersebut, Nuzulisa juga memaparkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat triwulan pertama 2026 yang menunjukkan nilai kategori A pada seluruh indikator.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Dorong Warga Bayar Pajak Daerah Lewat Layanan Gokatan
Untuk meningkatkan respons terhadap keluhan masyarakat, RSUD Pontianak Utara turut memperkuat sistem pengelolaan pengaduan melalui berbagai kanal, mulai dari layanan langsung, formulir digital, hingga media sosial resmi.
“Kami mengimbau masyarakat menyampaikan keluhan melalui kanal resmi agar dapat segera kami tindak lanjuti,” pesannya.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, RSUD Pontianak Utara berharap terbangun komunikasi yang lebih efektif antara penyedia layanan dan masyarakat, guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Pontianak secara berkelanjutan.*
