BERIKABARNEWS l MOSKOW – Rusia menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Bulan pada 2036 sebagai bagian dari strategi memperkuat program antariksa jangka panjang. Proyek ini dirancang untuk mendukung misi eksplorasi Rusia sekaligus menopang stasiun riset bersama Rusia–Tiongkok di permukaan Bulan.
Badan antariksa Rusia, Roscosmos, menyatakan proyek strategis tersebut melibatkan korporasi nuklir negara Rosatom dan Institut Kurchatov. Kehadiran sumber energi yang stabil dinilai krusial untuk mengoperasikan berbagai infrastruktur, mulai dari kendaraan penjelajah, observatorium, hingga International Lunar Research Station yang ditargetkan beroperasi secara permanen.
Kepala Roscosmos Dmitry Bakanov menegaskan, pembangunan PLTN di Bulan menandai pergeseran arah Rusia dari misi satu kali menuju eksplorasi berkelanjutan. Selain Bulan, Rusia juga memasukkan rencana eksplorasi Planet Venus sebagai bagian dari agenda antariksa jangka panjangnya.
Baca Juga : Lonjakan AI Picu Krisis Energi, Pembangkit Tua Chicago Batal Tutup
Langkah Rusia ini muncul di tengah persaingan teknologi antariksa global yang kian ketat. Amerika Serikat melalui NASA sebelumnya juga mengumumkan rencana menempatkan reaktor nuklir di Bulan pada awal dekade 2030-an.
Energi nuklir dipandang sebagai kunci untuk menopang aktivitas manusia di Bulan dan menjadi fondasi bagi misi lanjutan ke Planet Mars.
Meski hukum internasional melarang penempatan senjata nuklir di luar angkasa, penggunaan energi nuklir untuk keperluan sipil masih diperbolehkan selama memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Selain faktor teknologi, perlombaan ke Bulan juga dipicu potensi sumber daya bernilai tinggi, seperti Helium-3 dan logam tanah jarang yang dibutuhkan industri teknologi modern.*
Sumber :
Reuters
