BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Agenda Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tiba di Kabupaten Mempawah pada Sabtu (28/2/2026). Gubernur Kalbar Ria Norsan memberikan apresiasi tinggi terhadap lompatan ekonomi yang dialami Mempawah dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Pelabuhan Internasional Kijing dinilai menjadi faktor kunci yang mengubah Mempawah dari daerah transit menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan mengungkapkan rasa bangganya atas kemajuan tanah kelahirannya. Ia menekankan bahwa Mempawah kini menjadi pusat logistik dan industri strategis yang dikenal secara nasional.
“Mempawah saat ini tidak lagi seperti dulu. Dengan adanya Pelabuhan Kijing, Mempawah kini dikenal di seluruh Indonesia dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Barat,” ujar Gubernur Ria Norsan.
Meski pertumbuhan ekonomi pesat, Gubernur mengingatkan bahwa tantangan besar masih ada, terutama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk terus memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan besar yang beroperasi di Mempawah untuk mendukung pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Bupati Mempawah, Hj. Erlina, S.H., M.H., memaparkan sejumlah proyek besar yang tengah berjalan. Investasi smelter senilai Rp104 triliun menjadi salah satu proyek yang diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah. Selain itu, pembangunan Sekolah Garuda senilai Rp700 miliar digagas sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.
Baca Juga : Safari Ramadan di Pontianak, Ria Norsan Dorong Sinergi Infrastruktur dan Ketahanan Pangan
Safari Ramadan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara Pemprov Kalbar dan Pemkab Mempawah.
Gubernur menekankan bahwa pembangunan infrastruktur dan industri harus dilakukan secara berkelanjutan agar dampak positif dari pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi ini bersifat inklusif. Artinya, kemajuan industri di Kijing harus berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Mempawah,” tambahnya.
Kegiatan Safari Ramadan di Mempawah ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk menjadikan kabupaten ini sebagai daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.*
