Sekda Kalbar Targetkan 45 Persen Kepesertaan Jamsostek di 2026

Sekda Kalbar Harisson menandatangani pembentukan Tim Optimalisasi Peningkatan Universal Coverage Jamsostek di Pontianak.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja. Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, secara resmi menandatangani pembentukan Tim Optimalisasi Peningkatan Universal Coverage Jamsostek (TOP UCJ), Kamis (26/2/2026).

Langkah strategis yang digelar di Hotel Mercure Pontianak ini menjadi bentuk komitmen Pemprov Kalbar dalam memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah menargetkan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kalbar mencapai 45 persen pada akhir tahun 2026.

Dalam arahannya, Harisson memaparkan bahwa saat ini tingkat perlindungan tenaga kerja di Kalimantan Barat masih perlu ditingkatkan. Dari sekitar 2.635.016 tenaga kerja, baru 720.877 orang atau sekitar 27 persen yang tercatat sebagai peserta Jamsostek.

“Di akhir tahun 2026 nanti, angka ini harus naik menjadi 45 persen. Ini target bersama yang harus kita capai,” tegasnya.

Menurut Harisson, pembentukan Tim TOP UCJ bukan sekadar langkah administratif, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperkuat jaring pengaman sosial.

Jaminan sosial ketenagakerjaan dinilai berperan penting dalam mencegah risiko kemiskinan mendadak akibat kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, maupun risiko lainnya.

Dengan perlindungan yang memadai, pekerja dan keluarganya tidak langsung terpuruk ketika menghadapi situasi darurat. Upaya ini juga selaras dengan komitmen Pemprov Kalbar dalam menekan angka kemiskinan ekstrem melalui penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Tegaskan Komitmen Transparansi Usai Terima Laporan BPKP

Melalui tim yang dibentuk, sinergi lintas instansi akan diperkuat, baik dalam hal edukasi, pendataan, maupun perluasan akses kepesertaan bagi pekerja formal dan informal. Pemerintah ingin memastikan seluruh pekerja memahami hak mereka atas jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, hingga perlindungan lainnya.

“Jaminan sosial adalah fondasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Kita ingin semakin banyak pekerja yang merasa aman saat bekerja karena masa depannya terlindungi,” tambah Harisson.

Dengan kolaborasi yang solid melalui Tim TOP UCJ, Pemprov Kalbar optimistis target 45 persen kepesertaan Jamsostek pada 2026 dapat tercapai.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Kalimantan Barat yang lebih sejahtera, terlindungi, dan mandiri secara ekonomi.*

Menko Polkam Ajak Warga Kalbar Jaga Persatuan dan Lawan Hoaks

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Menteri Koordinator Bidang Politik...

Menko Polkam Djamari Chaniago saat silaturahmi dengan tokoh masyarakat di Mapolda Kalbar.

Wagub Kalbar: Pelabuhan Kijing Jadi Kunci Dongkrak Ekonomi Mempawah

BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Wakil Gubernur Kalimantan Barat,...

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat Musrenbang di Mempawah

Gubernur Ria Norsan Sampaikan Duka, Doa Mengiringi Korban Heli PK-CFX

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Suasana duka menyelimuti RS...

Gubernur Ria Norsan menyampaikan duka atas korban heli PK-CFX di RS Bhayangkara Pontianak.

Menteri LH: Kemarau 2026 Terparah 30 Tahun, Kalbar Diminta Siaga

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah pusat mengingatkan...

Menteri BPLH Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau kesiapsiagaan karhutla Kubu Raya ke Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (16/4/2026).

Meriah! Jhon LBF hingga Daud Jordan Adu Strategi di Kejurprov Domino Kalbar 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Domino...

Suasana pembukaan Kejurprov Domino Kalbar 2026 di 5cm Coffee & Eatery Untan Pontianak.

Menko Polkam dan Ria Norsan Tinjau Dapur MBG Pontianak, Pastikan Kualitas Terjaga

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah pusat dan daerah...

Menko Polkam dan Ria Norsan meninjau dapur Makan Bergizi Gratis di Pontianak

berita terkini