BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mempercepat pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), salah satu program nasional yang menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan sanitasi di Kota Khatulistiwa. Proyek ini akan dibangun di Gang Martapura, Kelurahan Benua Melayu Laut, dan Nipah Kuning, Kelurahan Sungai Jawi Luar.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meninjau langsung lokasi pembangunan SPALD-T di Gang Martapura pada Kamis (8/1/2026). Ia memastikan kesiapan fisik proyek yang ditargetkan mulai dibangun tahun ini.
“Saya lihat ada beberapa bagian yang masih belum selesai, tapi secara umum 95 persen sudah aman,” kata Wali Kota Edi usai meninjau lokasi.
Selain pembangunan jaringan SPALD-T, area tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan penataan waterfront dan taman di bawah Jembatan Duplikasi Kapuas 1.
“Meski ada sedikit bagian yang belum rampung sepenuhnya, proyek secara umum sudah mencapai 95 persen kesiapan dari sisi lahan dan prasarana untuk masuk ke tahap konstruksi,” tambahnya.

SPALD-T dirancang sebagai sistem pengelolaan limbah domestik modern, yang menyalurkan air limbah rumah tangga melalui jaringan perpipaan ke instalasi pengolahan, sebelum dibuang ke badan air yang aman bagi lingkungan.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan sanitasi modern, mengatasi pencemaran, dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Baca Juga : Inflasi Pontianak Terkendali, Sekda Tekankan Akurasi Laporan TPID
Program SPALD-T di Pontianak direncanakan melayani 16 ribu sambungan rumah tangga. Pembangunan ini melibatkan kerja sama berbagai pihak, termasuk penyediaan lahan dan dukungan teknis guna memastikan kelancaran proyek.
Wali Kota Edi menegaskan, pembangunan SPALD-T merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kota bersih dan sehat, sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.
“Target tahun ini fisik pekerjaan akan mulai dilaksanakan secara bertahap, dan kita berharap proyek ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam menghadirkan infrastruktur sanitasi yang modern dan berkelanjutan, demi menjaga kelestarian lingkungan serta kualitas hidup warga Kota Khatulistiwa. (ndo)
Prokopim
