BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kelurahan Tanjung Hulu berhasil menjadi juara Bahasan Cup II setelah mengalahkan Kelurahan Saigon melalui drama adu penalti dengan skor 5-4, Sabtu (3/10/2026) malam.
Pertandingan final turnamen mini soccer tersebut berlangsung sengit di Lapangan Timur Arena, Pontianak Timur. Kedua tim tampil menyerang dan saling memberikan tekanan sejak pertandingan dimulai.
Hingga waktu normal berakhir, skor kedua tim masih imbang 1-1. Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti yang dimenangkan Kelurahan Tanjung Hulu dengan skor 5-4.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengapresiasi antusiasme seluruh pihak yang terlibat dalam Bahasan Cup II. Ia melihat turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi sekaligus pembinaan prestasi olahraga di Kota Pontianak.
Menurut Bahasan, semangat para pemain, ofisial, pelatih, panitia, hingga masyarakat terlihat sepanjang penyelenggaraan turnamen.
“Kepada juara dari tim Kelurahan Tanjung Hulu, semoga prestasinya tetap dipertahankan. Terus semangat berlatih, mengevaluasi diri, dan meningkatkan prestasi,” ujar Bahasan.
Baca Juga : Universitas PGRI Pontianak Sambut 1.291 Mahasiswa Baru, Perkuat Peran Kota Pendidikan
Bahasan memastikan turnamen tersebut akan kembali digelar pada tahun depan. Ia berharap Bahasan Cup III dapat berlangsung lebih baik dan meriah dengan tetap mengedepankan kedisiplinan, profesionalisme, serta suasana kekeluargaan.
“Turnamen ini kita agendakan setiap tahun. Insya Allah tahun depan ada Bahasan Cup III. Mudah-mudahan lebih baik, lebih meriah, lebih disiplin dan profesional, tetapi tetap dalam suasana kekeluargaan,” katanya.
Menurut Bahasan, turnamen mini soccer juga dapat menjadi wadah bagi para pemain untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus meningkatkan prestasi.
Karena itu, jumlah peserta pada penyelenggaraan berikutnya berpeluang ditambah. Jika Bahasan Cup II diikuti 34 tim, jumlah peserta tahun depan ditargetkan dapat mencapai 36 hingga 38 tim.
Minat untuk ambil bagian dalam turnamen juga mulai datang dari sejumlah lembaga dan mitra pemerintah di Kota Pontianak.
“Sudah ada yang menghubungi saya, menawarkan diri untuk ikut turnamen. Artinya antusiasmenya cukup besar,” ujar Bahasan.
Ia berharap penambahan peserta dapat membuat Bahasan Cup semakin terbuka dan kompetitif. Selain itu, turnamen diharapkan mampu mempererat hubungan antarkomunitas, lembaga, dan masyarakat melalui olahraga.
“Semoga turnamen ini terus berkembang, melahirkan prestasi, dan yang paling penting memperkuat kebersamaan serta silaturahmi masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga : 24 ASN Pemkot Pontianak Purna Tugas, Regenerasi Aparatur Jadi Perhatian
Pada Bahasan Cup II, posisi juara ketiga ditempati Kelurahan Siantan Hulu. Sementara Kelurahan Bansir Laut berada di peringkat keempat.
Penghargaan individu juga diberikan kepada sejumlah pemain. Asep dari Kelurahan Saigon meraih gelar pemain terbaik sekaligus top skor setelah mencetak enam gol selama kompetisi.
Sementara itu, penghargaan kiper terbaik diraih Ali dari Kelurahan Tanjung Hulu.
Selain turnamen utama, Bahasan Cup II juga menghadirkan laga eksibisi perempuan. Bahasan FC keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Berang-berang FC.*
