BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Suasana Singkawang Grand Mall tampak berbeda pada Sabtu (11/04/2026). Puluhan ibu-ibu dan pelajar berkumpul dengan penuh konsentrasi di depan papan Xiangqi dalam turnamen se-Kota Singkawang yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota, Muhammadin.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang adu strategi, tetapi juga momentum memperingati Hari Kartini. Kehadiran peserta perempuan dari berbagai usia mencerminkan semangat Kartini yang terus hidup dan berkembang, termasuk dalam olahraga berbasis intelektual seperti Xiangqi.
Ketua Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kota Singkawang, Lim Hok Nen, mengaku bangga dengan tingginya antusiasme peserta. Ia menilai turnamen ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan Xiangqi lebih luas kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami ingin menjadikan momentum Hari Kartini ini sebagai cara untuk memperkenalkan Xiangqi lebih dekat. Selain sebagai olahraga, ini adalah bentuk pelestarian budaya dan sarana mengasah intelektual,” ujarnya.
Baca Juga : Bidik Investasi, Singkawang Jalin Kerja Sama dengan KJRI Kuching
Dalam sambutannya, Muhammadin memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai Xiangqi bukan hanya permainan, tetapi juga sarana pembentukan karakter.
“Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk sebuah pertandingan, tetapi untuk merayakan semangat Kartini, semangat perempuan yang berdaya dan generasi muda yang berprestasi. Di atas papan catur inilah karakter kita terbentuk,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran aktif kaum ibu dalam turnamen ini. Menurutnya, keikutsertaan ibu-ibu menjadi bukti bahwa perempuan masa kini mampu tampil cerdas, aktif, dan inspiratif di berbagai bidang.
Selain itu, kehadiran pelajar diharapkan dapat melahirkan bibit atlet Xiangqi baru yang mampu mengharumkan nama Kota Singkawang di tingkat yang lebih tinggi.
Turnamen ini pun menjadi simbol kolaborasi antara olahraga, budaya, dan semangat emansipasi perempuan, sekaligus memperkuat posisi Xiangqi sebagai olahraga yang kian diminati di Singkawang.
Sumber :
Prokopim Singkawang
