BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memanfaatkan perayaan Imlek 2577 Kongzili untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat harmoni, toleransi, dan rasa memiliki terhadap Kalimantan Barat yang beragam. Acara berlangsung di Pendopo Gubernur Kalbar dan Rumah Hakka (Tulou), Kabupaten Kubu Raya, Rabu (25/2/2026), bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan komunitas Hakka.
“Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh masyarakat Tionghoa, khususnya keluarga besar Hakka. Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai Le. Mari kita cintai Kalimantan Barat dan jaga keberagaman yang ada,” ajak Krisantus.
Wagub menekankan pentingnya Kalbar tetap menjadi provinsi yang aman, tenteram, harmonis, dan toleran. Ia mengingatkan bahwa berbagai suku telah hidup berdampingan secara rukun selama ini.
“Saya tidak bosan-bosan mengingatkan karena saya ingin Kalimantan Barat ini aman, tenteram, harmonis, dan toleran,” tegasnya.
Krisantus juga memberikan harapan agar masyarakat, khususnya komunitas Tionghoa, dapat “berlari kencang seperti langkah kaki sang kuda dan bersinar terang seperti api” menyongsong tahun baru. Ia mendoakan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan bagi seluruh masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat.
Baca Juga : Safari Ramadan di Rasau Jaya, Ria Norsan Sampaikan Pesan Kefanaan Hidup
Sementara itu, Ketua Ikatan Cendekia Tionghoa Indonesia (ICTI) Kalbar, Andy Kurniawan Bong, menjelaskan bahwa perayaan Imlek bersama PSMTI merupakan bagian dari rangkaian Festival Cap Go Meh di Pontianak, yang dibuka oleh Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) bersama Pemerintah Kota Pontianak.
Selain di Pendopo Gubernur, acara kesenian juga digelar di Rumah Hakka (Tulou) di Kabupaten Kubu Raya pada hari yang sama. ICTI menampilkan musik tradisional Tionghoa untuk memeriahkan suasana perayaan.
Sebagai informasi, PSMTI adalah organisasi kemasyarakatan Tionghoa WNI berskala nasional yang berdiri pada 28 September 1998. Bersifat sosial, budaya, dan kemasyarakatan, PSMTI menjadi wadah komunikasi serta penyalur aspirasi warga Tionghoa, tersebar di lebih dari 31 provinsi dan 300 kota/kabupaten.
Hakka (客家) sendiri merupakan salah satu sub-etnis Tionghoa Han terbesar, bermigrasi dari Tiongkok Utara ke Selatan, dan kini tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Komunitas Hakka dikenal ulet, gigih, dengan bahasa, budaya, kuliner, dan arsitektur khas seperti rumah bundar Tulou.*
Sumber :
MC Kalbar
