BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan dukungan penuh kepada Anggelia Meryciana yang akan mewakili Kalimantan Barat dalam ajang Puteri Indonesia 2026. Menurutnya, keikutsertaan Anggelia menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Pontianak dan Kalbar di tingkat nasional.
“Kita tentu sangat mendukung Anggelia yang membawa nama Kalbar, khususnya Pontianak, di ajang Puteri Indonesia. Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan budaya, potensi, dan karakter daerah kita ke panggung nasional,” ujar Edi, Rabu (1/4/2026).
Ia berharap Anggelia dapat tampil percaya diri sekaligus membawa identitas budaya Kalbar dengan baik. Dukungan terhadap generasi muda berprestasi, kata dia, menjadi bagian penting dalam membangun citra positif daerah di berbagai ajang nasional.
Baca Juga : Ria Norsan Dukung Anggelia Meryciana di Puteri Indonesia 2026
Sementara itu, Anggelia Meryciana mengaku siap tampil maksimal. Ia dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 3 April 2026 untuk mengikuti rangkaian karantina hingga malam final yang digelar pada bulan yang sama.
“Saya mohon dukungan dari seluruh masyarakat Kota Pontianak dan Kalimantan Barat agar saya dapat memberikan yang terbaik untuk daerah yang saya wakili,” tuturnya.
Berbagai persiapan telah dijalani, mulai dari pelatihan hingga beauty camp untuk mengasah kemampuan public speaking, catwalk, dan penyampaian gagasan. Menurut Anggelia, ajang ini tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga kesiapan mental dan wawasan.
Ia menambahkan, terdapat lima prinsip utama yang menjadi pegangan peserta, yakni Brain, Beauty, Behavior, Be Right, dan Be Brave.
“Kelima poin itu menjadi dasar penting dalam mempersiapkan diri sebagai Putri Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Lanjutkan Pembangunan Waterfront Segmen Gang Kamboja–H Mursyid
Dalam kompetisi tersebut, Anggelia juga berkomitmen membawa kekayaan budaya Kalbar ke panggung nasional. Ia akan menampilkan perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa sebagai identitas khas Pontianak, serta mengangkat inspirasi dari tradisi Cap Go Meh untuk kostum nasional.
“Saya akan membawa perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa. Untuk national costume, saya terinspirasi dari Cap Go Meh, serta memperkenalkan budaya Dayak dan Melayu,” ungkapnya.
Anggelia yang kini berusia 27 tahun diketahui berprofesi sebagai konsultan karbon di salah satu perusahaan kehutanan di Kalimantan dan merupakan lulusan Universitas Bunda Mulia Jakarta. Dengan latar belakang tersebut, ia berharap dapat tampil sebagai representasi perempuan Kalbar yang berdaya, berbudaya, dan siap bersaing di tingkat nasional.*
