BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel kesiapsiagaan di halaman Kantor Bupati, Jumat (27/3/2026). Langkah ini diambil menyusul prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG yang memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal dan berlangsung lebih lama.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, pemerintah harus berada di garis terdepan dalam penanganan bencana.
“Jangan sampai kita justru menjadi pemain cadangan. Dalam kondisi apa pun, kita tidak boleh menyerah sebelum berperang,” tegas Sujiwo usai memimpin apel.
Ia menjelaskan, apel kesiapsiagaan ini tidak hanya sebagai bentuk antisipasi dini, tetapi juga untuk menyatukan langkah antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri agar penanganan karhutla dapat berjalan cepat dan efektif.
Selain kesiapan personel, Sujiwo juga menyoroti pentingnya kesiapan sarana dan prasarana. Ia menginstruksikan pendataan ulang seluruh peralatan pemadam kebakaran, termasuk milik relawan dan damkar swasta.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap digunakan saat terjadi kebakaran, mengingat peran damkar swasta cukup vital di lapangan.
“Kita akan inventarisir peralatan, mulai dari mesin hingga selang. Jika ada yang tidak laik, ini menjadi perhatian pemerintah. Kolaborasi semua pihak adalah kunci,” ujarnya.
Baca Juga : Polisi Segel 9 Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pelaku Diburu
Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ia menegaskan bahwa karakteristik lahan gambut di Kubu Raya sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari tindakan sepele yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami minta tidak ada lagi pembakaran lahan. Jika ada yang melanggar, akan diproses secara hukum agar memberikan efek jera,” tegas Sukiryanto.
Melalui langkah ini, Pemkab Kubu Raya berharap dapat menekan risiko karhutla selama musim kemarau panjang serta menjaga kualitas udara tetap aman dan sehat bagi masyarakat Kalimantan Barat.*
