BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama oleh pemerintah dan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Bahasan saat memimpin kegiatan gotong royong bersama warga Kecamatan Pontianak Selatan di Jalan Nirbaya, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Bahasan mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, masih ditemukan sejumlah titik pembuangan sampah liar di beberapa kawasan Kota Pontianak. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah kawasan Jalan Merdeka.
“Berdasarkan informasi yang saya terima, di sekitar Jalan Merdeka masih terdapat tumpukan sampah liar, bahkan ada yang dibuang ke saluran drainase,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke saluran drainase sangat berbahaya karena dapat menghambat aliran air. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir ketika curah hujan meningkat.
Baca Juga : Wako Edi Ajak Warga Beri Data Akurat untuk Sensus Ekonomi 2026
Bahasan menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.
Karena itu, kegiatan gotong royong dinilai penting untuk terus digalakkan. Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Ia berharap, dengan gotong royong yang rutin serta penyediaan fasilitas pendukung yang memadai, masyarakat dapat semakin disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan gotong royong dan penempatan fasilitas yang memadai, masyarakat dapat semakin teredukasi untuk menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Baca Juga : Terjunkan Eskavator Amfibi, Pemkot Pontianak Percepat Keruk Parit Atasi Banjir
Selain persoalan sampah, Bahasan juga menyoroti pentingnya menjaga saluran drainase agar tetap berfungsi optimal. Menurutnya, banyak kasus genangan air di Pontianak terjadi bukan hanya karena tingginya intensitas hujan, tetapi juga akibat saluran air yang tersumbat sampah dan sedimentasi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap lingkungan dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga, sebelum meluas ke lingkungan sekitar.
Bahasan menilai peran tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparatur pemerintah sangat penting dalam memberikan edukasi dan membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
“Pemerintah akan terus berupaya melakukan penanganan drainase dan pengelolaan lingkungan. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota,” pungkasnya.*
