BERIKABARNEWS l – Rapper dan produser ternama, Ye (sebelumnya dikenal sebagai Kanye West), mengambil langkah besar dalam upaya rekonsiliasi publik. Pada Senin (26/1/2026), ia memasang iklan satu halaman penuh di Wall Street Journal untuk secara terbuka meminta maaf atas pernyataan antisemit yang memicu kecaman luas selama beberapa tahun terakhir.
Dalam pernyataannya, Ye mengaitkan perilaku kontroversialnya dengan kondisi kesehatan mental yang tidak tertangani, termasuk cedera otak yang tak terdiagnosis puluhan tahun dan gangguan bipolar tipe-1. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan mobil 25 tahun silam menyebabkan kerusakan otak signifikan, yang baru terdeteksi pada 2023, dan menjadi pemicu masalah kesehatan mentalnya.
“Bipolar memiliki sistem pertahanannya sendiri, yaitu penyangkalan. Saat berada dalam fase manik, Anda merasa melihat dunia lebih jelas dari siapa pun, padahal kenyataannya sedang kehilangan kendali sepenuhnya,” tulis Ye dalam iklan tersebut.
Ye juga menyatakan penyesalan mendalam terhadap komunitas Yahudi, menegaskan bahwa dirinya bukan Nazi atau antisemit, dan mengaku mencintai orang-orang Yahudi. Ia menekankan bahwa kondisi medisnya tidak membenarkan rasa sakit yang telah ditimbulkan oleh perkataannya di masa lalu.
Menanggapi permohonan maaf tersebut, Anti-Defamation League (ADL) menyebutnya sudah terlambat. ADL menegaskan bahwa kata-kata saja tidak cukup untuk menghapus rekam jejak pernyataan ofensif Ye dan berharap ia tidak lagi terlibat dalam perilaku antisemit di masa depan.
Baca juga : Curhat Brooklyn Beckham Tuai Kritik, Publik Sebut Kurang Peka
Selain komunitas Yahudi, Ye juga meminta maaf kepada komunitas kulit hitam yang merupakan bagian penting dari identitasnya, mengaku kecewa karena telah mengecewakan mereka.
Ia mengungkapkan bahwa komunitas online di Reddit membantunya memahami gangguan suasana hati kronis yang dialaminya, terutama saat merasa sendirian.
Di tengah proses pemulihan, Ye dijadwalkan merilis album terbarunya bertajuk Bully pada Jumat mendatang melalui Spotify. Album ini dipandang sebagai titik balik profesional bagi sang artis setelah melewati masa-masa sulit yang ia sebut sebagai “titik nadir” dalam hidupnya. *
Sumber :
Reuters
