42 Ton Bawang dan Kentang Ilegal Siap Edar Digagalkan

Petugas Karantina Kalbar dan Polda Kalbar menunjukkan barang bukti bawang dan kentang ilegal impor di Pontianak.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kalimantan Barat bersama Polda Kalbar menggagalkan peredaran 42 ton komoditas pangan ilegal yang diduga siap diedarkan di Pontianak dan sekitarnya.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Karantina Kalbar bersama Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalbar di sebuah gudang di Jalan Komodor Yos Sudarso, Kota Pontianak.

Puluhan ton bahan pangan impor itu diketahui masuk tanpa dokumen karantina resmi.

Kepala Karantina Kalbar Ferdi mengatakan komoditas yang diamankan terdiri dari bawang bombai, kentang, dan wortel impor dalam jumlah besar.

Baca Juga : AVC Men’s Champions League 2026 Bawa Berkah untuk UMKM

Petugas menyita 1.694 karung bawang bombai dengan berat sekitar 33,9 ton, 735 karung kentang seberat 7,35 ton, serta 61 karton wortel dengan total berat mencapai 1,22 ton.

Berdasarkan label kemasan, komoditas tersebut berasal dari Belanda dan China, namun masuk melalui importir di Malaysia.

Ferdi menegaskan seluruh barang tersebut tidak dilengkapi sertifikat kesehatan karantina dari negara asal sehingga melanggar aturan pemasukan komoditas pangan ke Indonesia.

“Kami akan menindak tegas setiap pelaku penyelundupan bahan pangan yang tidak memenuhi persyaratan. Tindakan ini krusial untuk menjamin keamanan serta mutu pangan yang beredar di masyarakat,” tegas Ferdi.

Baca Juga : SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar

Menurut Ferdi, pemasukan bahan pangan tanpa pemeriksaan karantina berpotensi membahayakan sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.

Komoditas ilegal tersebut diduga dapat membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), seperti cendawan, bakteri, ulat, hingga virus tanaman yang dapat merusak tanaman lokal.

Selain itu, pangan tanpa pengawasan juga berisiko mengandung residu pestisida dan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

“OPTK yang terbawa dari luar negeri dapat membahayakan tanaman lokal sehingga merugikan petani kita. Sementara itu, cemaran kimia dan logam berat jelas sangat berbahaya bagi kesehatan manusia yang mengonsumsinya,” jelasnya.

Baca Juga : Pemprov Kalbar Dorong Pengembangan Jalur Penyeberangan Wisata

Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia dinilai menjadi salah satu wilayah rawan penyelundupan komoditas pertanian ilegal.

Karena itu, Karantina Kalbar bersama aparat penegak hukum terus memperkuat pengawasan terhadap masuknya pangan impor tanpa dokumen resmi.

Ferdi menyebut para pelaku dapat dijerat pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar sesuai ketentuan yang berlaku.

Ke depan, Karantina Kalbar memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan Polda Kalbar dan instansi terkait guna memastikan seluruh komoditas pertanian yang masuk ke Indonesia aman dan layak konsumsi.*

 

Sumber :

Karantina Kalbar

Infinity Coffee Resmi Dibuka, Wagub Kalbar Dukung Ruang Kreatif Anak Muda

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kehadiran Infinity Coffee menambah...

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan meresmikan Infinity Coffee sebagai ruang kreatif anak muda di Pontianak.

AVC Men’s Champions League 2026 Bawa Berkah untuk UMKM

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gelaran AVC Men’s Volleyball...

Pengunjung memadati area UMKM dan kuliner saat AVC Men’s Champions League 2026 di Pontianak.

Wagub Krisantus: Pendidikan Adalah Investasi Masa Depan

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Suasana haru, bangga,...

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan memberikan ucapan selamat pada siswa-siswi dalam acara perpisahan SMAN 1 Pontianak Angkatan ke-71 di Qubu Resort Kubu Raya.

SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – SMAN 1 Sambas akhirnya...

Pernyataan resmi SMAN 1 Sambas terkait penolakan final ulang LCC 4 Pilar Kalimantan Barat 2026.

Pemprov Kalbar Dorong Pengembangan Jalur Penyeberangan Wisata

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menerima kunjungan GM PT ASDP Cabang Pontianak di ruang kerjanya.

Gubernur Ria Norsan: AVC 2026 Momentum Promosi Kalbar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kalimantan Barat resmi menjadi...

Gubernur Kalbar Ria Norsan membuka AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 di GOR Terpadu A Yani Pontianak.

berita terkini