BERIKABARNEWS l PARIS – Kepolisian Prancis menangkap seorang pria berusia 25 tahun yang diduga melakukan aksi penikaman terhadap tiga wanita di jalur metro Paris, Jumat sore, di tengah suasana perayaan akhir tahun di ibu kota Prancis.
Insiden penyerangan terjadi dalam rentang waktu singkat, antara pukul 16.15 hingga 16.45 waktu setempat, di Jalur 3 metro Paris yang melintasi kawasan pusat kota dengan aktivitas tinggi.
Otoritas transportasi Paris, RATP, melaporkan bahwa ketiga korban diserang di lokasi berbeda yang berdekatan dengan kawasan Marais dan Opera. Penyerangan terjadi di Stasiun Republique, Arts et Metiers, dan Opera.
Petugas medis segera memberikan pertolongan di lokasi kejadian. Dua korban dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang dilaporkan tidak mengancam nyawa, sementara satu korban lainnya datang secara mandiri ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Penangkapan tersangka dilakukan kurang dari tiga jam setelah serangan pertama dilaporkan. Jaksa menyebut polisi memanfaatkan rekaman kamera pengawas dan teknologi pelacakan sinyal ponsel untuk melacak keberadaan pelaku.
“Pengaktifan geolokasi ponsel mengarah ke wilayah Val d’Oise di utara Paris, tempat tersangka ditangkap sekitar pukul 18.55,” ungkap pihak kejaksaan.
Kepala Kepolisian Paris, Patrice Faure, mengapresiasi respons cepat aparat yang berhasil mengamankan tersangka dalam waktu singkat. Saat ini, kepolisian transportasi membuka penyelidikan atas dugaan percobaan pembunuhan dan penyerangan menggunakan senjata tajam.
Baca Juga : Thailand Optimistis Gencatan Senjata Permanen dengan Kamboja
Kementerian Dalam Negeri Prancis mengungkapkan bahwa tersangka merupakan warga negara Mali dengan catatan kriminal. Ia pernah dipenjara pada Januari 2024 atas kasus pencurian berat dan pelecehan seksual. Setelah dibebaskan pada Juli 2024, yang bersangkutan sebenarnya telah diperintahkan untuk meninggalkan Prancis.
Namun, proses deportasi gagal dilaksanakan akibat kendala dokumen perjalanan konsuler. Berdasarkan ketentuan hukum, tersangka harus dibebaskan setelah 90 hari berada di pusat penahanan administratif jika dokumen deportasi tidak diterbitkan. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyayangkan kegagalan prosedur tersebut.
Pasca-insiden penikaman ini, pengamanan di jalur metro Paris diperketat. Pemerintah Prancis sebelumnya telah menetapkan tingkat kewaspadaan tinggi di seluruh negeri selama periode libur akhir tahun untuk mengantisipasi ancaman terorisme dan gangguan keamanan. (ing)
Sumber :
AFP
