Serangan Israel Hancurkan Jembatan di Lebanon Selatan, Akses Terputus

Dampak serangan Israel yang menghancurkan jembatan di wilayah Lebanon Selatan dekat Sungai Litani.

BERIKABARNEWS l – Eskalasi konflik kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara yang menghancurkan jembatan utama di wilayah selatan Lebanon, Minggu (22/3/2026). Serangan ini menargetkan akses penyeberangan di atas Sungai Litani yang menjadi jalur vital penghubung kawasan selatan dan tengah negara.

Langkah tersebut menandai fase baru dalam operasi militer yang berlangsung sejak awal Maret. Selain menghancurkan infrastruktur jalan, militer Israel juga dilaporkan mempercepat pembongkaran bangunan di sepanjang perbatasan selatan.

Serangan terhadap jembatan di jalur pesisir berdampak langsung pada aktivitas warga. Jalur ini selama ini menjadi rute utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Kini, akses terputus dan memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan kebutuhan pokok.

Seorang warga, Lama al-Fares, mengaku harus mengungsi bersama keluarganya sesaat setelah peringatan serangan.

“Kami hanya membawa barang seadanya dan menunggu serangan lewat dari puncak bukit. Rumah kami tepat di samping jembatan, saya hanya berharap bangunan itu masih berdiri,” ujarnya.

Pemerintah Israel melalui Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan penghancuran jembatan bertujuan memutus jalur mobilisasi kelompok Hizbullah. Selain itu, Israel juga menerapkan strategi zona penyangga dengan meratakan bangunan di wilayah perbatasan.

Namun, langkah ini menuai kritik dari komunitas internasional. Human Rights Watch memperingatkan potensi krisis kemanusiaan jika wilayah selatan Sungai Litani terisolasi.

“Isolasi total dapat memicu kesulitan akses makanan dan obat-obatan bagi warga yang bertahan,” kata peneliti Ramzi Kaiss.

Baca Juga : Trump Terkejut Serangan Iran, Intelijen AS Sebut Sudah Peringatkan

Kritik serupa juga datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyoroti penggunaan kekuatan militer yang dinilai tidak proporsional serta dampaknya terhadap warga sipil.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 1.000 orang tewas akibat konflik ini, termasuk tenaga medis dan anak-anak. Sementara di pihak Israel, satu warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan dari wilayah Lebanon, serta dua tentara gugur dalam pertempuran darat.

Upaya diplomasi hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mendorong penyelesaian melalui jalur diplomatik, namun ketegangan di lapangan masih terus meningkat.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik dan dampak kemanusiaan yang lebih besar, terutama bagi warga sipil yang terjebak di wilayah terdampak.*

 

Sumber :

Reuters

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Warga Bogota Panik Berhamburan

BERIKABARNEWS l BOGOTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo...

Kerusakan bangunan akibat gempa M 7,4 yang mengguncang Kolombia.

Penembakan Massal Terburuk Thailand Sejak 2022, Pelaku Berusia 14 Tahun

BERIKABARNEWS l BANGKOK – Penembakan massal di kawasan...

Polisi Thailand menangani kasus penembakan massal yang dilakukan remaja 14 tahun.

Selat Hormuz Segera Dibuka? Iran Ajukan 3 Syarat kepada AS

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Iran dan Oman semakin...

Selat Hormuz di tengah ketegangan Iran dan Amerika Serikat.

Iran Keluarkan Ancaman Terbaru, Infrastruktur Vital Negara Teluk Jadi Sasaran

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Iran kembali meningkatkan tensi...

Iran ancam serang infrastruktur vital negara-negara Teluk di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Israel Serang Lebanon Usai Dua Prajurit Tewas, Negosiasi Damai Tetap Berlanjut

BERIKABARNEWS l ROMA – Israel melancarkan serangan udara...

Asap membumbung di wilayah Lebanon selatan setelah serangan udara Israel di tengah meningkatnya konflik.

Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal dan Drone, 10 Orang Tewas

BERIKABARNEWS l KYIV – Rusia kembali menghujani ibu...

Serangan rudal dan drone Rusia menghantam Kyiv, Ukraina.

berita terkini