Trump Terkejut Serangan Iran, Intelijen AS Sebut Sudah Peringatkan

Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terkait serangan Iran di Gedung Putih.

BERIKABARNEWS l – Presiden Donald Trump menuai kontroversi setelah mengaku terkejut atas serangan balasan Iran terhadap negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan laporan intelijen yang menyebut risiko serangan sudah diprediksi sebelumnya.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Senin (16/3/2026), Trump menyebut serangan ke Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait sebagai sesuatu yang tidak terduga.

“Tidak ada yang mengharapkan itu. Kami terkejut,” ujarnya.

Namun, sejumlah pejabat intelijen menyatakan bahwa potensi serangan balasan Iran sudah masuk dalam analisis sebelum operasi militer bersama AS dan Israel pada akhir Februari lalu.

Mereka memperingatkan bahwa Teheran kemungkinan menargetkan aset militer dan diplomatik AS di kawasan jika merasa terancam.

Selain itu, intelijen juga telah mengantisipasi kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Dalam dua pekan terakhir, eskalasi konflik mulai berdampak luas. Serangan drone dan rudal dilaporkan menghantam sejumlah target strategis, termasuk pangkalan militer, fasilitas energi, hingga infrastruktur sipil seperti bandara dan hotel. Gangguan di Selat Hormuz juga memicu lonjakan harga energi global.

Baca Juga : Trump Ancam Serang Pulau Kharg Iran, Ketegangan Timur Tengah Picu Krisis Energi Global

Di AS sendiri, situasi turut memanas setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan peringatan terkait potensi ancaman balasan Iran terhadap wilayah Amerika Serikat.

Keputusan Trump mendukung serangan udara bersama Israel sebelumnya didasarkan pada klaim ancaman cepat dari program rudal dan nuklir Iran. Namun, sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat mempertanyakan dasar tersebut karena tidak menemukan bukti ancaman yang bersifat mendesak.

Kritik juga muncul terkait lambatnya evakuasi staf diplomatik AS di kawasan konflik. Meski risiko telah diidentifikasi lebih awal, perintah evakuasi disebut baru dilakukan setelah serangan terjadi.

Hingga kini, pihak Gedung Putih dan Kantor Direktur Intelijen Nasional belum memberikan penjelasan resmi terkait perbedaan antara pernyataan presiden dan laporan intelijen tersebut.*

 

Sumber :

Reuters

Zelenskyy Desak AS Segera Kirim Rudal Patriot dan NASAMS

BERIKABARNEWS l KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak Amerika Serikat segera menyetujui pengiriman rudal pertahanan udara Patriot dan NASAMS untuk menghadapi serangan Rusia. (foto: x.com/ZelenskyyUa)

Houthi Klaim Serang Enam Lokasi Strategis di Arab Saudi

BERIKABARNEWS l RIYADH – Kelompok Houthi di Yaman...

serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas strategis di Arab Saudi. (Foto: x.com/hehe_samir)

Nvidia Rebut Pasar CPU Intel dan AMD, Modal Pilih Chip Vera

BERIKABARNEWS l – Nvidia mulai memperluas persaingan di...

Chip CPU Nvidia Vera untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan (AI). (Foto: NVIDIA)

Kerusuhan di Prancis, 1.200 Demonstran Ditangkap

BERIKABARNEWS l PARIS – Unjuk rasa menentang lonjakan...

Kerusuhan di Prancis saat demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup di Paris. (Foto: x.com/shafeKoreshe)

Kabut Asap Lintas Negara, Timor Leste Liburkan Sekolah

BERIKABARNEWS l – Kabut asap akibat kebakaran hutan...

Kabut asap akibat karhutla Indonesia menyebabkan polusi udara di Dili, Timor Leste, hingga pemerintah meliburkan sekolah selama tiga hari. (Foto: x.com/NaraSenyap)

Drone Ukraina Serang Pusat Data Terbesar Rusia, AI Terancam

BERIKABARNEWS l MOSKOW – Serangan drone Ukraina menghantam...

Serangan drone Ukraina terhadap pusat data Sberbank di Balakovo, Rusia, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) Moskow. (foto: x.com/gollge)

berita terkini