Hyundai Terhambat Buyback Pabrik Rusia, Konflik Perang Jadi Kendala

Hyundai terhambat membeli kembali pabrik otomotifnya di Rusia akibat konflik Rusia-Ukraina. (unsplash.com/@stoke1863)

BERIKABARNEWS l – Pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, disebut belum berada dalam posisi yang memungkinkan untuk membeli kembali (buyback) pabrik manufakturnya di Rusia. Konflik Rusia–Ukraina yang masih berlangsung menjadi faktor utama penghambat, meskipun masa berlaku opsi beli balik aset tersebut akan berakhir pada Januari 2026.

Sebelum perang meletus, Hyundai bersama afiliasinya, Kia, merupakan produsen mobil asing terbesar di pasar Rusia. Namun, invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022 memicu sanksi luas dari negara-negara Barat yang berdampak langsung pada rantai pasok dan sistem pembayaran internasional. Kondisi tersebut memaksa Hyundai menghentikan seluruh operasionalnya di Rusia.

Pabrik Dijual dengan Harga Simbolis

Pada 2024, Hyundai menjual 100 persen saham fasilitas produksinya di St. Petersburg kepada AGR Automotive Group Rusia dengan harga simbolis sebesar 140.000 won. Dalam kesepakatan itu, Hyundai menyertakan klausul opsi beli balik dengan jangka waktu dua tahun.

Namun, ketidakpastian geopolitik membuat opsi tersebut sulit direalisasikan.

“Situasinya tidak memungkinkan bagi kami untuk membeli kembali saham tersebut selama perang belum berakhir,” ujar sumber internal yang mengetahui pembahasan tersebut, dikutip dari Reuters.

Sanksi Barat dan Dominasi Produsen China

Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadikan penghentian konflik Rusia–Ukraina sebagai agenda prioritas, sanksi ekonomi dari AS dan Uni Eropa terhadap Rusia hingga kini masih diberlakukan. Hal ini menempatkan perusahaan otomotif global dalam posisi sulit.

Saat ini, lanskap industri otomotif Rusia mengalami perubahan besar. Banyak merek Barat memilih hengkang untuk menghindari risiko sanksi dan reputasi, sementara produsen asal China justru mendominasi pasar, dengan penjualan hampir satu juta unit kendaraan sepanjang 2024 dari total sekitar 1,57 juta unit.

Di sisi lain, bekas pabrik Hyundai di St. Petersburg kini memproduksi kendaraan dengan merek Solaris, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu model populer Hyundai.

Baca Juga : Lonjakan AI Picu Krisis Energi, Pembangkit Tua Chicago Batal Tutup

Pabrikan Lain Hadapi Situasi Serupa

Hyundai bukan satu-satunya produsen yang terikat klausul opsi beli balik di Rusia. Beberapa pabrikan global juga menghadapi tenggat waktu berbeda, mulai dari Mazda yang telah kehilangan hak buyback, hingga Renault, Ford, Nissan, dan Mercedes-Benz yang opsinya berlaku hingga 2027–2029.

Sementara itu, Toyota dan Volkswagen memilih melepas aset mereka sepenuhnya tanpa hak beli balik.

Hingga kini, Hyundai menyatakan belum mengambil keputusan final apakah akan memperpanjang opsi beli balik tersebut atau melepaskan haknya secara permanen atas pabrik yang memiliki kapasitas produksi lebih dari 200.000 unit kendaraan per tahun. *

 

Sumber :

Reuters

SpaceX Uji Starship Terbaru, 20 Satelit Starlink V3 Berhasil Diterbangkan

BERIKABARNEWS l TEXAS – SpaceX kembali mencatat kemajuan...

Roket Starship milik SpaceX lepas landas dari Starbase, Texas, dalam uji penerbangan ke-13 yang membawa 20 satelit Starlink V3 ke ruang suborbital.

Meta Bikin Pengguna Quest Makin Betah, Xbox Game Pass Kini Jadi Bagian Horizon+

BERIKABARNEWS l – Meta Platforms semakin memperkuat ekosistem...

Pengguna Meta Quest dapat memainkan game Xbox Game Pass melalui layanan Meta Horizon+ dengan dukungan cloud gaming.

Google Bersiap Ubah Peta AI Lewat Chip Frozen v2 Berbasis Gemini

BERIKABARNEWS l – Google dilaporkan tengah menyiapkan lompatan...

Ilustrasi chip AI Google Frozen v2 berbasis Gemini yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi komputasi di pusat data.

Bermodal PC Bekas Rp2 Juta, Ibrahim Al Abrar Raih Apresiasi NASA Berkat Temuan Celah Keamanan

BERIKABARNEWS l BOYOLALI – Prestasi membanggakan datang dari...

Ibrahim Al Abrar, siswa SD asal Boyolali, menerima apresiasi dari NASA setelah menemukan celah keamanan pada domain publik.

Apple Gugat OpenAI, Dugaan Penyalahgunaan Rahasia Dagang Jadi Sorotan

BERIKABARNEWS l – Persaingan di industri kecerdasan buatan...

Ilustrasi logo - Gugatan Apple terhadap OpenAI terkait dugaan penyalahgunaan rahasia dagang di industri kecerdasan buatan.

China Berhasil Mendaratkan Roket Reusable Pertama untuk Dukung Misi ke Bulan

BERIKABARNEWS l HAINAN – China mencatat tonggak baru...

Roket Long March-10B milik China berhasil mendarat menggunakan sistem jaring di platform laut setelah menyelesaikan peluncuran dari Wenchang, Hainan.

berita terkini