BERIKABARNEWS l SIBU – Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan hilang setelah tenggelam di Sungai Rejang, Sibu, Sarawak, Malaysia, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).
Korban diketahui bernama Muhaji (44). Jasadnya ditemukan jauh dari lokasi awal kejadian, mengakhiri pencarian intensif yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai instansi di Sarawak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Muhaji, yang bekerja di sebuah tongkang pasir, dilaporkan terjatuh ke Sungai Rejang saat sedang mandi di kawasan Jalan Upper Lanang, Sibu.
Insiden itu pertama kali dilaporkan oleh rekan kerja korban, Rasit Benang, yang menjadi saksi mata kejadian. Setelah laporan diterima, tim SAR segera melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup deras.
Komandan Operasi SAR, PBK II Rasmi Rajunie, mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan pada Jumat (pukul 10.30 pagi) di Sungai Ulu Lepa, dekat RH Dadat, Bintangor.
Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 69 kilometer dari titik awal korban terjatuh. Jarak yang cukup jauh ini diduga akibat kuatnya arus Sungai Rejang yang membawa jasad korban hingga ke wilayah lain.
“Identitas korban telah dipastikan sebagai Muhaji setelah proses identifikasi resmi di RSUD Sarikei,” ujar Rasmi Rajunie dalam keterangan resminya.
Baca Juga : Polisi Sarawak Gagalkan Penyelundupan Barang Asal Indonesia
Operasi SAR hari ketiga dilakukan dengan metode pencarian permukaan air, menyisir sungai dari hulu ke hilir dengan radius awal sekitar tujuh kilometer.
Pencarian melibatkan empat personel dari Stasiun Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (BBP) Sibu Sentral serta dukungan sejumlah instansi terkait.

Tim gabungan terdiri dari Polisi Perairan (MARIN), Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Balai Lanang, Pasukan Pertahanan Sipil Malaysia (APM), dan Dewan Sungai Sarawak. Berbagai armada digunakan, termasuk kendaraan darat dan perahu penyelamat.
Saat ini, jenazah korban berada di RSUD Sarikei untuk menjalani prosedur lanjutan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga atau perwakilan terkait. (ndo)
