Pemprov Kalbar Terapkan Strategi 4K Kendalikan Inflasi Jelang Imlek hingga Idulfitri 2026

Gubernur Kalbar bersama Bank Indonesia saat High Level Meeting pengendalian inflasi daerah di Pontianak.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Menjelang perayaan Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah. Melalui High Level Meeting (HLM) di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Kamis (5/2/2026), Pemprov Kalbar resmi mengoptimalkan strategi 4K sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi.

Strategi 4K meliputi Kelancaran distribusi, Ketersediaan pasokan, Kestabilan harga, dan Komunikasi efektif. Kebijakan ini menjadi respons cepat pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan di awal 2026.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan bahwa meski inflasi Kalbar pada 2025 berhasil ditekan di angka 1,85 persen yang lebih rendah dari rata-rata nasional, tantangan tahun 2026 diprediksi semakin berat.

“Potensi inflasi 2026 bisa mencapai 3,33 persen. Tekanannya datang dari cuaca ekstrem yang mengganggu produksi, kenaikan harga beras dan cabai, hingga tarif angkutan udara,” jelasnya.

Selain itu, implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut meningkatkan permintaan beras, telur, dan daging ayam. Pemprov Kalbar menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan pasokan agar program tersebut tidak memicu lonjakan harga di pasar.

Gubernur Ria Norsan juga meminta pemerintah kabupaten/kota memastikan distribusi LPG 3 kilogram kembali normal menjelang Ramadan. Kepala daerah diminta aktif memantau stok dan harga pangan, serta memperkuat kerja sama antarwilayah untuk menyeimbangkan daerah surplus dan defisit.

Baca Juga : Dekranasda Kalbar Tampilkan Kriya Unggulan di INACRAFT 2026, Siap Tembus Pasar Global

Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak boleh berhenti pada langkah jangka pendek seperti operasi pasar.

“Kunci utamanya ada pada peningkatan produksi pertanian dan peternakan lokal. Jika stok kuat dari hulu, harga akan lebih stabil,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Doni Septadijaya, menyebut inflasi Kalbar masih relatif terkendali dibandingkan provinsi lain di Kalimantan. Data BPS menunjukkan komoditas penyumbang inflasi Januari 2026 antara lain daging ayam ras, telur, cabai rawit, bawang merah, dan emas perhiasan.

Dengan sinergi lintas sektor dan penguatan strategi 4K, Pemprov Kalbar optimistis inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga sepanjang 2026.*

 

Sumber :

MC Kalbar

Pimpin Mabida Pramuka Kalbar, Ria Norsan Ajak Pramuka Aktif Bina Generasi Muda

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Ria Norsan saat dilantik sebagai Ketua Mabida Gerakan Pramuka Kalimantan Barat oleh Ketua Kwarnas Budi Waseso di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.

Kios Informasi IHH Healthcare Malaysia Hadir di Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – IHH Healthcare Malaysia terus...

Kios Informasi IHH Healthcare Malaysia di GAIA Mall Pontianak yang memberikan layanan informasi kesehatan dan rujukan medis ke Malaysia.

Rencana Jalan Tol Supadio–Kijing Dimatangkan, Kalbar Bidik Efisiensi Logistik

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah terus mematangkan rencana...

Rapat koordinasi pembahasan rencana pembangunan Jalan Tol Supadio menuju Pelabuhan Kijing di Kantor Bapperida Kalbar.

Buka Festival Bakcang Pontianak 2026, Gubernur Ria Norsan Ajak Rawat Keberagaman

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kawasan Waterfront Kota Pontianak...

Gubernur Kalbar Ria Norsan membuka Festival Bakcang Pontianak 2026 di kawasan Waterfront Pontianak.

Ekonomi Syariah Jadi Pilar Baru Pertumbuhan, Sekda Harisson Buka RABBANI KHATULISTIWA 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ekosistem keuangan berbasis syariah...

Sekda Kalbar Harisson membuka RABBANI KHATULISTIWA 2026 di Aula Bank Indonesia Pontianak.

Gubernur Ria Norsan Apresiasi Capaian Kalbar Masuk 6 Besar IPKD Nasional

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengikuti validasi pengukuran IPKD dari Kantor Gubernur Kalbar.

berita terkini