BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kalimantan Barat. Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan Gerakan Pramuka di Bumi Khatulistiwa.
Prosesi pelantikan dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, dan digelar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (19/6/2026).
Kepemimpinan baru ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembinaan generasi muda. Gerakan Pramuka Kalbar ditargetkan semakin aktif dalam membentuk generasi berkarakter, unggul, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Usai dilantik, Ria Norsan menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tidak hanya terbatas pada kegiatan sekolah atau perkemahan.
Ia mendorong Pramuka untuk lebih hadir di tengah masyarakat dan menjadi agen perubahan melalui semangat pengabdian, persatuan, dan kolaborasi.
Baca Juga : Kios Informasi IHH Healthcare Malaysia Hadir di Pontianak
Menurutnya, ada sejumlah fokus yang perlu diperkuat dalam gerakan Pramuka ke depan, mulai dari pelestarian lingkungan, penguatan literasi, pengembangan keterampilan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pramuka juga diharapkan berperan aktif dalam kegiatan sosial seperti gerakan peduli lingkungan dan tanggap bencana, sekaligus membantu meningkatkan budaya literasi di berbagai wilayah, termasuk daerah pelosok.
Ria Norsan juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital yang semakin kompleks. Karena itu, anggota Pramuka dituntut tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak untuk kegiatan positif, seperti menyebarkan konten edukatif, inovasi, dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Baca Juga : Buka Festival Bakcang Pontianak 2026, Gubernur Ria Norsan Ajak Rawat Keberagaman
Namun demikian, kecakapan digital tersebut harus tetap berlandaskan nilai-nilai dasar kepramukaan, yakni Tri Satya dan Dasa Dharma, sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
“Marilah kita jadikan Pramuka sebagai gerakan yang aktif membangun karakter generasi muda sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui semangat pengabdian, persatuan, dan kolaborasi. Program kepramukaan harus hadir dalam berbagai agenda kemasyarakatan,” tegas Ria Norsan.
Melalui kepengurusan baru ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap Gerakan Pramuka semakin adaptif, maju, dan berintegritas dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.*
