BERIKABARNEWS l JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Australia, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.
Kunjungan tersebut merupakan yang kelima bagi PM Albanese ke Indonesia, sekaligus menegaskan peran strategis Indonesia dalam kebijakan luar negeri Australia. Hubungan bilateral kedua negara dinilai terus berkembang, terutama dalam bidang keamanan, pertahanan, dan stabilitas kawasan.
Sekitar pukul 09.00 WIB, PM Albanese tiba di Istana Merdeka dengan pengawalan 17 pasukan motoris. Prosesi penyambutan semakin khidmat dengan iringan sekitar 120 pasukan berkuda yang mengawal sejak kawasan Patung Kuda hingga halaman Istana.
Sebagai bentuk penghormatan budaya, tamu negara disambut dengan penampilan Tari Naikonos Larik dari Nusa Tenggara Timur. Presiden Prabowo menyambut langsung PM Albanese di sisi barat Istana sebelum keduanya menyaksikan pertunjukan tersebut. Upacara resmi kemudian dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Australia dan Indonesia Raya.
Baca Juga : Status PBI JK Dinonaktifkan? Ini Penjelasan BPJS dan Cara Aktif Kembali
Agenda utama kunjungan ini adalah penguatan kerja sama strategis melalui penandatanganan Perjanjian Keamanan Bersama (Joint Security Agreement). Kesepakatan tersebut dinilai menjadi tonggak baru dalam hubungan pertahanan dan keamanan Indonesia–Australia.
“Hari ini, dengan penandatanganan ini, kita membawa hubungan kedua negara ke tingkat terkuat yang pernah ada, dan itu sangat penting,” ujar PM Albanese.
Usai sesi foto bersama di ruang kredensial, Presiden Prabowo dan PM Albanese melanjutkan pertemuan tertutup di ruang kerja Presiden. Dalam suasana hangat, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan resmi tersebut.
“Terima kasih atas kehadiran Anda hari ini. Senang bertemu dengan Anda,” ucap Presiden Prabowo.
Rangkaian kegiatan kenegaraan ditutup dengan jamuan santap siang di beranda Istana Merdeka. Momen ini dimanfaatkan kedua delegasi untuk mempererat komunikasi dan memperkuat hubungan bilateral sebelum PM Albanese mengakhiri kunjungan kerjanya ke Indonesia. *
Sumber :
BPMI Setpres
