BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat komitmen menjaga toleransi dan keberagaman. Dalam pelantikan pengurus Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia masa bakti 2025–2030, Pemprov Kalbar menegaskan rencana pembangunan Rumah Adat Tionghoa sebagai simbol persatuan lintas etnis.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Pontianak, Selasa (10/2/2026), dihadiri langsung Gubernur Kalbar Ria Norsan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar Erlina Ria Norsan, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa Rumah Adat Tionghoa akan dibangun di lokasi strategis, berdampingan dengan Rumah Adat Melayu dan Rumah Adat Dayak. Penempatan ini menjadi bagian dari konsep “Tidayu”, akronim dari Tionghoa, Dayak, dan Melayu, sebagai representasi harmoni tiga etnis besar di Kalimantan Barat.
“Kalimantan Barat adalah rumah besar bagi keberagaman. Saya ingin mengusung semangat kebersamaan Tidayu yang bersatu dalam satu kawasan tersebut. Saat ini, lahan sedang dalam tahap pengukuran dan persiapan,” ujar Ria Norsan.
Momentum ini juga menjadi tonggak penting bagi MABT yang kini resmi bertransformasi menjadi organisasi berskala nasional di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP MABT Indonesia, Suyanto Tanjung. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Kehormatan MABT, Oesman Sapta Odang (OSO).
“MABT sekarang sudah menjadi MABT Indonesia. Artinya, cabang-cabang harus dibangun di seluruh wilayah Indonesia. Organisasi budaya harus tetap memegang teguh koridor hukum negara sebagai landasan utama,” tegas OSO.
Ketua Umum DPP MABT Indonesia, Suyanto Tanjung, menyampaikan apresiasi atas hibah lahan dari Pemprov Kalbar. Menurutnya, pembangunan Rumah Adat Tionghoa di antara Rumah Adat Melayu dan Dayak merupakan simbol kuat kebersamaan dan kerukunan.
“Kami berterima kasih atas hibah lahan ini. Pembangunan gedung ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga kelestarian adat sekaligus memperkuat kerukunan antar-etnis. Kami berharap dukungan anggaran pemerintah daerah dapat merealisasikan ‘Rumah Bersama’ ini,” ungkap Suyanto.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Perkuat SDM Berkarakter Sambut Indonesia Emas 2045
Kolaborasi Paguyuban Merah Putih
Gubernur Ria Norsan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh lintas etnis dan kalangan pengusaha, untuk berkolaborasi dalam semangat Paguyuban Merah Putih. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik harus sejalan dengan penguatan persaudaraan antarwarga.
“Saya yakin dan haqqul yaqin, jika kita bersatu, semua cita-cita untuk membangun Kalimantan Barat yang kita cintai ini akan terwujud,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri anggota DPD RI Daud Jordan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, para kepala daerah, serta jajaran Forkopimda Kalimantan Barat. Pembangunan Rumah Adat Tionghoa diharapkan menjadi simbol nyata harmoni dan identitas kebangsaan di Bumi Khatulistiwa.*
Sumber :
MC Kalbar
