BERIKABARNEWS l SANGGAU – Panen jagung hibrida di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, mencatat hasil menggembirakan dengan produktivitas mencapai 13,36 ton per hektare. Capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara Polri, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen perdana Jagung Hibrida Kuartal II Tahun 2026 itu digelar di lahan Demplot II milik Kelompok Sukarelawan Abdurrahman, Dusun Entikong Tapang, Desa Entikong, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini diprakarsai Polsek Entikong sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan.
Keberhasilan panen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah perbatasan.
Panen dipimpin langsung Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring, SH, bersama personel Polsek Entikong, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan kelompok tani setempat.
Baca Juga : Jaga Perbatasan RI-Malaysia, Polsek Entikong Tingkatkan Patroli Perintis Presisi
Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan metode ubinan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Entikong, rata-rata hasil panen mencapai 8,35 kilogram per ubinan. Dari perhitungan tersebut, produktivitas lahan demplot seluas satu hektare diperkirakan mencapai 13,36 ton jagung tongkol basah.
Hasil tersebut menjadi indikator keberhasilan pendampingan yang dilakukan sejak masa tanam hingga panen. Kolaborasi antara aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dan petani dinilai mampu meningkatkan kualitas budidaya jagung hibrida.
Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring mengatakan keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan panen jagung hibrida di Entikong tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara masyarakat, penyuluh pertanian, dan Polri mampu menghasilkan produktivitas yang baik. Kami ingin sektor pertanian di Entikong terus berkembang sehingga ketahanan pangan di wilayah ini semakin kuat,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Kubu Raya Desak Sinkronisasi Data Sawah dengan ATR/BPN
Ia menegaskan, Polsek Entikong akan terus mendampingi kelompok tani agar hasil produksi pertanian terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Keberhasilan panen jagung hibrida ini diharapkan menjadi motivasi bagi petani lain di Kecamatan Entikong untuk semakin optimal memanfaatkan lahan produktif dengan menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Pendampingan yang berkelanjutan diyakini mampu meningkatkan kemampuan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di wilayah perbatasan Indonesia.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Polsek Entikong optimistis program ketahanan pangan dapat berjalan maksimal dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional sesuai visi Asta Cita pemerintah.*
