BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan pentingnya membangun soliditas dan kesamaan visi di lingkungan pemerintahan guna meningkatkan kinerja birokrasi dan pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama pejabat eselon II dan III di Balai Benih Kubu Raya, Jalan Supadio, Jumat (10/4/2026). Dalam suasana santai namun penuh makna, Sujiwo mengingatkan seluruh jajaran agar bekerja sebagai satu tim yang terarah dan berada dalam satu komando.
“Kita ini teamwork, harus satu arah, satu komando, dan tetap dalam rel yang benar sesuai mekanisme, prosedur, dan aturan,” tegasnya.
Pertemuan ini turut dihadiri Wakil Bupati Sukiryanto dan Sekretaris Daerah Yusran Anizam. Ke depan, forum tersebut direncanakan menjadi agenda rutin bulanan untuk menyatukan perspektif antara pimpinan daerah, perangkat daerah, hingga DPRD agar tetap berada dalam satu frekuensi dalam menjalankan pemerintahan.
Selain memperkuat soliditas, agenda ini juga menjadi tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama KPK RI dan BPK RI yang digelar sebelumnya. Meski Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendapat apresiasi, Sujiwo mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri.
Ia menekankan pentingnya menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari KPK, BPK, maupun BPKP sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan. Dalam hal ini, peran Sekda sebagai pembina ASN dinilai sangat strategis untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan.
Baca Juga : Sukiryanto Dorong Digitalisasi Koperasi Desa di Kubu Raya
Di sisi lain, Sujiwo juga menunjukkan komitmen terhadap efisiensi anggaran. Ia menginstruksikan penghematan pada pos perjalanan dinas serta biaya konsumsi kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Saya sebagai bupati harus memberi contoh. Perjalanan dinas kita hemat, makan minum juga kita kurangi. Bahkan kegiatan seperti ini kita lakukan secara gotong royong tanpa membebani APBD,” ujarnya.
Wakil Bupati Sukiryanto turut menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi harus diperkuat dengan menghilangkan ego sektoral. Ia juga memastikan penegakan disiplin aparatur sipil negara akan dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Sekda Yusran Anizam menyambut positif forum komunikasi tersebut. Menurutnya, ruang dialog terbuka seperti ini efektif dalam membangun kepercayaan antara pimpinan dan jajaran birokrasi.
“Birokrasi yang solid, efisien, dan patuh aturan adalah fondasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” tutupnya.*
