BERIKABARNEWS l BENGKAYANG – Tradisi syukur panen masyarakat Dayak Bakati kembali digelar melalui festival adat Barape’ Sawa 2026 di Kabupaten Bengkayang. Kegiatan budaya tahunan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, di Ramin Bantang, Rabu (27/5/2026) sore.
Pembukaan festival ditandai dengan prosesi pemukulan gong sebanyak tujuh kali sebagai simbol dimulainya rangkaian acara Barape’ Sawa 2026.
Barape’ Sawa merupakan tradisi sakral sub suku Dayak Bakati sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atau Nyabata atas hasil panen padi yang melimpah. Tradisi ini juga menjadi penanda dimulainya musim tanam baru bagi masyarakat adat.
Festival tahun ini mengusung tema “Dengan Barape’ Sawa 2026 Kita Lestarikan Adat dan Budaya Dayak”.
Dalam sambutannya, Sebastianus Darwis mengapresiasi masyarakat adat yang tetap menjaga warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.
Ia menegaskan, pelestarian budaya di Kabupaten Bengkayang menjadi komitmen bersama yang didukung melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan serta Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2020 tentang pelestarian adat lokal.
“Mari kita jadikan event budaya ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan multietnis menuju Bengkayang Gemilang, Unggul, dan Berdaya Saing,” ujar Sebastianus Darwis.
Baca Juga : Gawe Dayak Naik Dango XXVI Tegaskan Singkawang Sebagai Miniatur Indonesia
Festival Barape’ Sawa 2026 berlangsung selama enam hari, mulai 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Berbagai agenda budaya dan hiburan rakyat telah disiapkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut.
Beberapa kegiatan yang digelar antara lain Karnaval Budaya Seribu Bae, lomba tari tradisional, fashion show busana daerah, pemilihan Bujang Dara Bengkayang, hingga pasar rakyat dan UMKM yang menampilkan kuliner khas serta kerajinan lokal.
Pada malam penutupan, masyarakat juga akan dihibur dengan penampilan artis lokal Aan Baget dan Calista.*
Sumber :
Diskominfo BKY
