BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan. Salah satunya melalui sinergi lintas sektor bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat menyambut peserta Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Balai Petitih, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong transformasi ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan pangan di Kalimantan Barat.
Krisantus menegaskan, kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi merupakan pilar utama pembangunan daerah. Dengan posisi strategis Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, potensi pengembangan ekonomi dinilai sangat besar.
“Fokus kita adalah hilirisasi ekonomi dan penguatan wilayah perbatasan agar menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri dan kompetitif,” ujarnya.
Pemprov Kalbar juga mendorong berbagai program strategis, seperti transformasi digital sektor pertanian, peningkatan indeks ketahanan pangan, hingga program cetak sawah melalui optimalisasi lahan produktif di sejumlah wilayah.
Baca Juga : Wagub Krisantus Buka Latsar CPNS Golongan III, Tekankan ASN Profesional
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus turut mengapresiasi peran aktif Polri dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.
Menurutnya, peran Polri sangat strategis, mulai dari pengawasan distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran, pengamanan rantai pasok, hingga mencegah praktik spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga.
Selain itu, dukungan Polri juga terlihat dalam pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga daya beli masyarakat.
Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global.
Kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendorong optimalisasi lahan, termasuk pemanfaatan lahan sawit menjadi sawah secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem.
“Kolaborasi yang kuat adalah kunci menghadapi ketidakpastian global sekaligus memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Barat,” tutupnya.*
