BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Memasuki masa purna tugas tidak harus dimaknai sebagai akhir perjalanan. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan justru mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) melihat pensiun sebagai awal babak baru yang tetap produktif dan mandiri.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada ASN yang akan memasuki masa pensiun di Aula Garuda, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan itu, Ria Norsan juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian panjang para ASN yang telah berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Ria Norsan menegaskan bahwa masa pensiun dapat menjadi momentum untuk tetap berkarya di berbagai bidang. Ia mendorong para ASN agar tidak berhenti beraktivitas, melainkan memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang produktif.
Untuk memotivasi peserta, ia membagikan pengalaman hidupnya yang sempat beralih dari dunia ASN ke sektor swasta hingga akhirnya terjun ke dunia politik.
“Perjalanan hidup tidak ada yang tahu. Yang penting kita jalani dengan ikhtiar dan optimisme,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pensiun bukanlah batas, melainkan peluang untuk mencoba hal baru.
Mengusung semangat kemandirian, Gubernur Kalbar mendorong para calon pensiunan agar tetap aktif dan berdaya. Ia menyarankan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas hidup setelah purna tugas.
Mulai dari membangun usaha mandiri, terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan masyarakat, hingga menjaga kesehatan fisik dan memperkuat spiritualitas.
Pendekatan ini dinilai penting agar para pensiunan tetap merasa memiliki peran dan kontribusi di tengah masyarakat.
Baca Juga : Ria Norsan dan Senator Erlinawati Perkuat UMKM dan Pemberdayaan Perempuan Kalbar
Selain produktivitas, Ria Norsan juga mengingatkan pentingnya kesiapan finansial dan mental dalam menghadapi masa pensiun. Perencanaan keuangan yang baik akan membantu ASN menjalani masa purna tugas dengan lebih tenang.
Ia menekankan bahwa kesejahteraan di masa pensiun tidak hanya bergantung pada tunjangan, tetapi juga pada kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
“Pengabdian secara administratif memang selesai, tetapi semangat berkarya dan berbagi manfaat harus tetap hidup,” katanya.
Ria Norsan berharap para ASN yang memasuki masa pensiun tetap dapat berkontribusi, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dengan bekal pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, para pensiunan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Melalui pembekalan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ingin memastikan bahwa masa pensiun bukan hanya tentang beristirahat, tetapi juga tentang melanjutkan kehidupan yang produktif, mandiri, dan sejahtera.*
