BERIKABARNEWS l SERIKIN – Upaya penyelundupan narkoba lintas negara kembali digagalkan aparat keamanan di wilayah perbatasan Sarawak, Malaysia. Seorang warga negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh Tentara Darat Malaysia (TDM) saat mencoba membawa narkotika senilai RM127.350 atau setara sekitar Rp557 juta melalui jalur ilegal.
Penangkapan yang terjadi pada malam hari di kawasan Serikin ini menegaskan bahwa jalur-jalur tidak resmi atau “jalur tikus” kini berada dalam pengawasan ketat aparat. Upaya pelaku untuk menyelundupkan barang haram tersebut pun gagal total sebelum berhasil melintasi perbatasan.
Berdasarkan keterangan resmi Markas Divisi Pertama Infanteri Malaysia, operasi penindakan dilakukan oleh personel Batalyon ke-11 Resimen Melayu Diraja (11 RAMD) di bawah Brigade Infanteri Ketiga. Saat patroli rutin, petugas mencurigai pergerakan seorang pria di jalur yang kerap digunakan untuk aktivitas ilegal.
Kecurigaan tersebut terbukti setelah pria itu dihentikan dan diperiksa.
“Anggota kami mendeteksi tersangka saat ia berusaha menggunakan rute ilegal untuk membawa keluar zat terlarang tersebut,” tulis pernyataan resmi TDM.
Saat pemeriksaan dilakukan, pria tersebut diketahui tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah. Dari dalam tas yang dibawanya, petugas menemukan sejumlah narkotika yang diduga siap diedarkan, yakni sabu-sabu seberat 795 gram, 250 butir pil Eramin 5, serta tiga botol cairan vape yang diduga mengandung zat narkotika.
Selanjutnya, tersangka bersama seluruh barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Kantor Polisi Bau untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Malaysia.
Baca Juga : Dua WNI Diamankan di Miri, Tak Miliki Dokumen dan Diduga Terkait Narkoba
Pihak TDM menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan efektivitas pengawasan yang terus ditingkatkan, khususnya di jalur-jalur tikus yang selama ini sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan lintas negara.
“Penangkapan ini adalah pencapaian penting dalam upaya memutus rantai penyelundupan narkoba lintas batas. Hal ini juga menunjukkan tingkat kesiapsiagaan tim kami dalam memantau setiap rute ilegal,” tambah pernyataan tersebut.
Ke depan, TDM memastikan akan terus meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan perbatasan guna menjaga keamanan wilayah dari ancaman kejahatan transnasional.
Aparat juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan kawasan perbatasan.*
