BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di Kalimantan Barat.
Hal itu disampaikan Ria Norsan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Ekonomi Kerakyatan dan Program MBG di Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (12/5/2026).
Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi dalam mendukung rantai pasok pangan lokal agar program nasional tersebut berjalan optimal.
Menurut Ria Norsan, Program Makan Bergizi Gratis di Kalbar menyasar hampir satu juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga balita. Dengan skala tersebut, program ini diperkirakan mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp16,8 miliar per hari.
“Program MBG yang dicetuskan oleh Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, ini sangat baik untuk masyarakat. Tujuannya agar gizi anak-anak kita terpenuhi dari desa hingga kota, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi kompetitif menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Baca Juga : MPR Putuskan Cerdas Cermat Diulang
Ria Norsan menjelaskan bahwa perputaran ekonomi dari program MBG diharapkan dapat langsung dirasakan oleh petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha lokal di berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Untuk itu, ia mendorong agar kebutuhan pangan dalam program MBG seperti beras, sayuran, ikan, telur, dan susu dapat dipasok langsung oleh masyarakat melalui BUMDes dan koperasi daerah.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar perputaran uang tetap berada di desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Sinergi antara pemerintah daerah, BUMDes, koperasi, hingga UMKM menjadi kunci utama agar program ini berjalan optimal,” tambahnya.
Baca Juga : Anggaran MBG Kalbar 16,8 Miliar Perhari
Selain dampak ekonomi, Program Makan Bergizi Gratis juga dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis program MBG mampu menjadi contoh nyata keberhasilan sinergi antara peningkatan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.*
