BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan pentingnya pemahaman keprotokolan dan komunikasi publik bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Amirullah saat membuka Forum Konsultasi Publik Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, setiap kegiatan pemerintahan membutuhkan penerapan keprotokolan yang baik, mulai dari penyusunan tata acara, urutan kegiatan, penyambutan tamu, ketepatan waktu hingga penyesuaian busana sesuai agenda yang dilaksanakan.
“Hal-hal sederhana terkait keprotokolan harus kita pahami. Bagaimana tata acara sebuah kegiatan, urut-urutan kegiatan, penyambutan tamu, ketepatan waktu sampai dress code, itu tidak terlepas dari keprotokolan,” ujarnya.
Menurut Amirullah, pemahaman keprotokolan tidak boleh hanya dimiliki oleh bagian protokol. Seluruh perangkat daerah perlu memahami dasar-dasar keprotokolan karena sering terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang menghadirkan pimpinan daerah, tamu pemerintah, maupun masyarakat.
Ia menambahkan, kegiatan pemerintahan juga kerap melibatkan instansi pemerintah provinsi, pemerintah pusat hingga tamu dari luar negeri. Karena itu, standar keprotokolan harus dipahami dan diterapkan secara tepat.
“Pengetahuan ini harus dimiliki oleh kawan-kawan di seluruh OPD. Bagaimana memperlakukan tamu dan menyiapkan sebuah kegiatan dengan baik, semuanya perlu dipahami,” jelasnya.
Baca Juga : DPRD Balikpapan Pelajari Penataan Pedestrian Pontianak
Selain keprotokolan, Amirullah juga menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi publik di lingkungan pemerintah daerah. Ia menilai penyampaian informasi kepada masyarakat harus dilakukan secara profesional melalui berbagai platform, mulai dari media cetak, media elektronik, media online hingga media sosial.
Menurutnya, setiap program pemerintahan dan pelayanan publik perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui berbagai kebijakan dan pembangunan yang sedang berjalan.
“Informasi yang kita sampaikan melalui media sosial tidak hanya dibaca di lingkup administrasi Kota Pontianak, tetapi seluruh dunia bisa mengakses informasi itu,” katanya.
Karena itu, ia mengingatkan agar setiap informasi yang dipublikasikan terlebih dahulu melalui proses verifikasi sehingga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam mengkomunikasikan juga ada aturan, tata cara, dan kaidahnya. Tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi harus ada mekanisme check and balance. Dicek dulu, benar atau tidak, baru diinformasikan,” tegas Amirullah.
Amirullah menilai strategi komunikasi pemerintah harus disesuaikan dengan sasaran audiens yang ingin dijangkau. Informasi yang ditujukan kepada warga Kota Pontianak tentu berbeda dengan informasi yang ditujukan kepada masyarakat nasional maupun publik internasional.
Menurutnya, kemampuan menyampaikan informasi secara efektif, termasuk dalam bahasa asing pada situasi tertentu, menjadi kebutuhan yang semakin penting di era digital.
“Apakah informasi itu untuk warga Kota Pontianak saja, untuk seluruh Indonesia, atau untuk mempublikasikan Pontianak ke dunia, cara menyampaikannya tentu berbeda,” ujarnya.
Baca Juga : Wako Edi Jenguk 56 Warga Diduga Keracunan Makanan, Pengobatan Digratiskan
Dalam kesempatan tersebut, Amirullah juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terbuka terhadap masukan dari media massa. Ia menilai media memiliki perspektif dan jangkauan yang luas sehingga dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat komunikasi publik pemerintah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan media dapat membantu menyebarluaskan informasi pembangunan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Masukan dari media sangat penting karena jangkauan media lebih luas dan sudut pandangnya berbeda. Ini menjadi bahan evaluasi agar komunikasi publik pemerintah semakin baik,” katanya.
Amirullah berharap komunikasi publik yang efektif mampu menyebarkan informasi positif tentang pembangunan Kota Pontianak, menumbuhkan optimisme masyarakat, serta mendukung terwujudnya visi kota yang maju, sejahtera, berwawasan lingkungan, dan humanis.
“Dari informasi-informasi ini diharapkan tersebar optimisme bahwa Kota Pontianak terus membangun, tumbuh, dan berkembang,” pungkasnya.**
