BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memperkuat sinergi antara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pemenuhan gizi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sejak usia dini.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD 2026 sekaligus mengukuhkan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (FORIKAN) Provinsi Kalbar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Kalbar.
Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan juga mengukuhkan Ketua TP PKK Kalbar, Erlina Norsan, sebagai Ketua FORIKAN Kalbar, bersama para Ketua TP PKK kabupaten/kota sebagai Ketua FORIKAN di daerah masing-masing.
Baca Juga : Hadiri Rakernas IPHI, Gubernur Ria Norsan Tekankan Pentingnya Menjaga Kemabruran Haji
Ria Norsan menegaskan, masa usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan perkembangan fisik, kecerdasan, dan karakter anak. Karena itu, layanan PAUD yang berkualitas harus didukung dengan pemenuhan gizi yang baik.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki potensi perikanan yang besar sehingga budaya gemar makan ikan perlu terus digalakkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Ikan itu banyak mengandung protein dan vitamin. Jadi, orang yang makan ikan itu insyaallah cerdas. Mari kita laksanakan dan implementasikan gerakan ini di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ria Norsan.
Selain mendorong pemenuhan gizi, Gubernur juga mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong sebagai nilai yang harus terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga : Wagub Krisantus Dorong Birokrasi Profesional dan Tingkatkan Pelayanan Publik
Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Ketua FORIKAN Kalbar, Erlina Norsan, menilai peran Bunda PAUD hingga tingkat desa sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Ia berharap sinergi antara Bunda PAUD, TP PKK, FORIKAN, dan pemerintah daerah mampu memperkuat kualitas pendidikan dan kesehatan anak di Kalimantan Barat.
“Salah satu tolok ukur kita adalah bagaimana membawa anak-anak Kalbar menjadi cerdas. Hal ini bermula dari Bunda PAUD yang menggerakkan PAUD-PAUD di seluruh wilayah hingga desa,” kata Erlina.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov Kalbar berharap lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal pembangunan daerah di masa depan.*
