BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kalimantan Barat di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (9/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan memastikan seluruh desa di Kalimantan Barat kini telah terbebas dari status desa tertinggal.
Pengukuhan pengurus DPD PKDI Kalbar turut dihadiri Ketua Umum PKDI, Sujiono. Ria Norsan mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting pembangunan desa di Kalimantan Barat sekaligus bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, kepala desa, dan masyarakat.
Berdasarkan data terbaru, dari total 2.046 desa di Kalimantan Barat, sebanyak 1.045 desa telah berstatus mandiri, 529 desa berstatus maju, dan 472 desa berstatus berkembang. Tidak ada lagi desa yang masuk kategori tertinggal.
“Ini adalah kabar yang sangat membanggakan. Saat ini desa tertinggal sudah tidak ada lagi di Kalimantan Barat. Capaian ini harus kita jaga dan tingkatkan bersama,” ujar Ria Norsan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Ia meminta para kepala desa terus meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola pemerintahan desa, serta mendorong pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Buka Kejurprov Pelti Cup II 2026, 216 Atlet Tenis Ramaikan Persaingan
Ria Norsan menegaskan, kepala desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan. Karena itu, ia berharap PKDI Kalbar menjadi wadah yang mampu memperkuat sinergi antarkepala desa sekaligus mendukung berbagai program pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Koperasi Merah Putih yang akan dikembangkan di desa-desa sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat.
“Jadikan organisasi PKDI ini sebagai wadah untuk memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menyelaraskan serta mendukung penuh program-program dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” katanya.
Selain itu, Gubernur juga mendorong optimalisasi program Gema Membangun Desa, yang menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat melalui kunjungan langsung ke desa-desa untuk menyerap aspirasi dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan.
Baca Juga : Sekda Harisson: Mempawah Siap Jadi Pusat Industri dan Pendidikan di Kalbar
Dalam arahannya, Ria Norsan turut menyoroti pengembangan Desa Temajuk di Kabupaten Sambas sebagai salah satu kawasan prioritas.
Desa perbatasan tersebut dipersiapkan menjadi destinasi wisata unggulan, terlebih dengan rencana pengoperasian gerbang perbatasan resmi Indonesia-Malaysia pada Agustus mendatang.
Ia optimistis, sinergi antara pemerintah daerah dan para kepala desa akan mempercepat pembangunan desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.*
