BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif.
Instruksi tersebut disampaikan Sujiwo saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Penanganan Karhutla di Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (16/7/2026).
Dalam arahannya, Sujiwo meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya menjadi motor penggerak sinergi dengan melibatkan TNI-Polri, dunia usaha, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
“Saya mempunyai harapan besar kepada BPBD untuk bisa mengorkestrasi elemen-elemen yang ada, baik pihak swasta maupun TNI-Polri. Kita di sini ada Kodim, ada Yonhanud, mereka juga sudah siap,” kata Sujiwo.
Selain memperkuat koordinasi, ia meminta BPBD segera memetakan kebutuhan personel, anggaran, serta sarana dan prasarana pendukung. Menurutnya, kesiapan peralatan menjadi faktor penting agar setiap titik api dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas.
Baca Juga : Pelabuhan Rasau Jaya Bersolek, Bupati Sujiwo Pantau Penataan
Sujiwo juga menegaskan pembinaan terhadap seluruh unsur penanggulangan karhutla harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah musim kemarau berakhir.
“Setelah masa kemarau berlalu, jangan langsung bubar. Tetap harus ada pertemuan, didata mana MPA yang benar-benar eksis, damkar swasta yang masih aktif, apa saja kendalanya. Sekali waktu tetap diuji, walaupun tidak ada kebakaran, supaya ketika dibutuhkan selangnya masih layak dan mesinnya masih berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengecekan rutin terhadap peralatan seperti mesin pompa dan selang harus tetap dilakukan, termasuk saat musim hujan, agar seluruh perlengkapan selalu dalam kondisi siap pakai.
Meski di tengah keterbatasan anggaran daerah, Sujiwo memastikan penanganan karhutla tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
Baca Juga : Bupati Sujiwo Murka Lihat Kontainer Parkir di Badan Jalan: ‘Sudah Tidak Punya Akal Sehat!’
Menurutnya, dampak kebakaran hutan dan lahan sangat luas karena tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga aktivitas pendidikan dan perekonomian.
“Saya sudah bertekad, ketika anggaran sedang sulit, saya akan berusaha mencari jalan keluarnya. Karena saya menyadari dampak kebakaran hutan dan lahan ini luar biasa,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Sujiwo menyatakan akan terus memantau langsung perkembangan penanganan karhutla di lapangan.
Ia juga meminta seluruh perkembangan situasi dilaporkan secara berkala melalui grup koordinasi digital agar kebutuhan personel maupun operasional dapat segera dipenuhi secara cepat dan tepat.*
